#pembangunanjalan#infrastruktur

Warga Mengeluh, DPRD Pesisir Barat segera Tinjau Proyek Pelebaran Jalan

( kata)
Warga Mengeluh, DPRD Pesisir Barat segera Tinjau Proyek Pelebaran Jalan
Proyek pembangunan pelebaran jalan di Pekon Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat, yang dipertanyakan masyarakat.Dok.

Krui (Lampost.co) -- Pekerjaan pembangunan pelebaran jalan wisata Pekon Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah menuju Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat dipertanyakan masyarakat. Sebab, proyek diduga tidak transparan karena  tidak memasang plang informasi di lokasi pekerjaan yang mudah dilihat publik.

Selain itu, kedalaman dan lebar galian pelebaran jalan dipertanyakan karena di beberapa titik dinilai dangkal dan kurang lebar.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komisi II DPRD Pesisir Barat Rohan Efendi mengatakan hal itu akan dibahas dan pihaknya segera meninjau ke lokasi proyek.

"Kami dari Komisi II belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan. Nanti, kami bahas bersama anggota yang lain dan secepatnya akan meninjau lokasi. Rencananya besok selesai kami rapat akan meninjau lokasi proyek itu," ujarnya, Senin, 22 Juni 2020.

Dia menyatakan seharusnya plang informasi pekerjaan dipasang di lokasi atau yang dapat diketahui publik. "Jadi dengan demikian jelas pekerjanya siapa, nilai berapa, sumber dana dari mana, berapa lama, dan berapa volume. Kami akan segera crosscheck ke lapangan," kata dia. 

Sebelumnya, kontaktor pelaksana proyek itu, Ahok Wijaya, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, mengatakan plang tersebut disimpan di mes pekerja. "Untuk nilai pekerjaan Rp4,5 miliar, mengenai plang sengaja tidak dipasang karena warga sekitarnya banyak yang usil. Jadi kami simpan di mes pekerja. Untuk lebarnya itu satu meter dan kedalaman 35 sentimeter," kata dia.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar