#jalan#infrastruktur

Warga Mekarmulya Desak Rekanan Perbaiki Jalan Rabat Beton

( kata)
Warga Mekarmulya Desak Rekanan Perbaiki Jalan Rabat Beton
Kondisi ruas jalan rabat beton di Dusun Babakan, Desa Mekarmulya-Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang alami retak-retak. Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Masyarakat Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mendesak rekanan untuk memperbaiki ruas jalan rabat beton di Dusun Babakan, Desa Mekarmulya-Desa Rejomulyo, yang mengalami retak-retak. Padahal, ruas jalan tersebut belum genap satu tahun dibangun oleh rekanan.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, ruas jalan lingkungan Dusun Babakan, Desa Mekarmulya-Desa Rejomulyo itu banyak dijumpai keretakan pada badan jalan. Kondisi itu lantaran proses pembangunan jalan rabat beton diduga tidak dikerjakan maksimal.

Salah satu warga setempat, Yaya mengatakan masyarakat sekitar mengharapakan pihak rekanan yang mengerjakan jalan rabat beton itu segera diperbaiki. Sebab, jika tidak diperbaiki maka kerusakan akan makim parah.

"Ya, kalau masyarakat minta keretakan badan jalan itu diperbaiki. Apalagi, retak-retak banyak dijumpai di badan jalan. Kami khawatir kalau tidak segera diperbaiki, jalan rabat beton ini rusak parah," kata dia, Rabu 7 April 2021.

Dia mengatakan proses pembangunan ruas jalan Dusun Babakan, Desa Mekarmulya-Desa Rejomulyo ini dibangun dua tahap pada tahun anggaran yang sama. Anehnya, pengerjaan yang terakhir justru banyak keretakan badan jalan.

"Jadi, pembangunan ruas ini dikerjakan dua tahap. Pertama itu panjangnya sekitar 300 - 350 meter. Tapi, anehnya pembangunan yang pertama lebih bagus dan yang terakhir banyak retak-retak. Yang jelas, kami minta diperbaiki dulu," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Desa Mekarmulya Abdul Rozak mengatakan ruas Dusun Babakan, Desa Mekarmulya-Desa Rejomulyo sepanjang 800 meter. Sedangkan, proses pembangunannya dikerjakan sebanyak dua tahap.

"Memang dua kali pembangunannya. Tapi, pihak desa enggak pernah dilibatkan. Jadi, kami enggak tahu siapa yang mengerjakannya. Dan memang pembangunan yang terakhir banyak retak-retak," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Penguji Kontruksi dan Bangunan Kecamatan Palas, Selamet mengatakan pembangunan ruas jalan Dusun Babakan tahap kedua itu sepanjang 300 meter dengan kontruksi rabat beton. Ia mengaku ruas jalan itu didanai dari APBD 2020.

"Saya kurang paham perusahaan dari mana. Tapi, jalan itu masih dalam pemeliharaan. Nanti saya sampaikan kepada pengawas kami supaya menegur pihak rekanan untuk diperbaiki," kata dia. 

Sebelumnya, belum genap satu tahun, kondisi pembangunan ruas jalan rabat beton di Dusun Babakan, Desa Mekarmulya-Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, rusak. Bahkan, dibeberapa titik banyak ditemui retak-retak. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co dari laman https://lpse.lampungprov.go.id/eproc4/lelang/12996121/pengumumanlelang, ruas jalan tersebut dimenangkan oleh CV Logakata dengan nilai pagu sebesar Rp400 juta lebih dari APBD 2020.

Gunawan, salah satu warga setempat mengatakan dirinya bersama masyarakat menyayangkan jalan rabat beton yang merupakan jalan alternatif menuju Desa Rejomulyo itu rusak belum genap satu tahun. Dia menyebutkan kondisi badan jalan banyak yang alami keretakan dibadan jalan.

"Iya kalau hasilnya seperti ini, berarti proses pengerjaannya tidak maksimal. Masa iya jalan rabat beton yang dibangun sekitar pada akhir tahun kemarin sudah rusak dan retak," kata dia.

Selain itu, kata dia, dibeberapa titik juga terlihat jelas material batu split diatas dipermukaann badan jalan. Ia khawatir material batu split itu rawan terkelupas. "Banyak batu splitnya diataa permukaan badan jalan. Kami khawatir aja batu splitnya terkelupas menimbulkan lubang," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar