#viruscorona#rapidtest#wabahcorona#beritalampung

Warga Luar Bandar Lampung Reaktif Covid-19 Dilarang Melintas

( kata)
Warga Luar Bandar Lampung Reaktif Covid-19 Dilarang Melintas
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN saat meninjau pos rapid test di Rajabasa. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co): Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meninjau persiapan dua pos rapid test massal di pintu masuk Tugu Raden Intan Rajabasa dan Sukarame, Bandar Lampung, Minggu, 25 Oktober 2020.

"Pengecekan rapid test ini dilaksanakan besok, kami sudah siapkan 5 ribuan rapid tes selama liburan. Saya juga mengingatkan pengendara yang masuk ke Kota Bandar Lampung diwajibkan pakai masker," ujar Herman HN saat meninjau pos rapid test di Rajabasa.

Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini juga menegaskan, bila ditemukan ada seorang warga dari luar Kota Bandar Lampung reaktif dalam rapid tes tersebut. Maka tidak boleh masuk ke dalam kota.

Baca juga: Rapid Test di Posko Perbatasan Kota Bandar Lampung Gratis

"Kalau seseorang itu reaktif dan bukan warga dari di sini. Maka harus kembali. Tapi kalau dia warga Kota Bandar Lampung akan langsung di swab di Puskesmas terdekat," kata dia. 

Ia pun mempersilahkan bagi warga Kota Bandar Lampung yang ingin mengikuti rapid tes. Ia juga memastikan rapid tes yang dilaksanakan besok tidak dipungut biaya alias gratis. 

"Rapid test besok gratis semua dan di Puskesmas juga digratiskan. Tinggal tunjukkan KTP Bandar Lampung semua berobat gratis, karena saya ingin warga sehat semua," jelasnya. 

Dirinya juga mengungkapkan, Kota Bandar Lampung kembali masuk zona merah. Dalam dua bulan ini saja sebanyak 630 orang yang terpapar covid-19.

"Bayangkan saja September hingga Oktober ini kenaikannya luar biasa. Ini kebanyakan dari luar kota, kalau dari Kota Bandar Lampung tidak ada, mereka tertular dari Jakarta, Palembang dan daerah lainnya," paparnya. 

ini luar biasa naiknya ini kebanyakan dari luar, dari Kota Bandar Lampung dikatakan gak ada ini ketularan dari Jakarta Palembang, dari macam macam daerah," jelasnya.

Dia menambahkan, bagi pengendara minibus yang ingin di rapid tes cukup menjulurkan tangan, sedangkan pengendara bus dan seluruh penumpangnya diwajibkan untuk turun.

"Rapid tes besok hanya butuh dua menit saja. Jadi saya pastikan tidak akan menimbulkan kemacetan, kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepolisian, TNI, Polisi Pamong Praja, tim kesehatan dan sebagainya," tandasnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar