putingbeliunglampungtimur

Warga Lamtim Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem

( kata)
Warga Lamtim Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem
Ilustrasi. Dok Lampost.co

SUKADANA (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur mengimbau warga waspada bencana pada kondisi cuaca ekstrem saat ini. Di antaranya, yakni bencana banjir, angin puting beliung, dan petir.

Kepala BPBD Lamtim Mashur mengatakan, akhir-akhir ini kondisi cuaca memang cukup ekstrem. Kondisi cuaca ekstrem itu ditandai dengan turunnya hujan deras yang disertai angin kencang serta petir yang sulit diprediksi. “Karena itulah kami mengimbau agar masyarakat Lamtim agar waspada,” katanya, Kamis, 21 Mei 2020.

Menurutnya, untuk wilayah rawan banjir adalah di Sukadana, Way Bungur, Bumi Agung, Batanghari, Labuhan Maringgai, Sekampung Udik, Raman Utara, Waway Karya, Margatiga, Wayjepara, Marga Sekampung, Jabung, Pasir Sakti, Gunungpelindung dan Metrokibang. 

Kemudian untuk wilayah rawan lintasan angin puting beliung yaitu, pada jalur Utara melintasi wilayah Labuhan Maringgai-Braja Selebah-Way Jepara-Labuhan Ratu-Way Bungur-Pekalongan-Sukadana. Sementara pada jalur Selatan melintasi  kecamatan Pasir Sakti-Sebagian Jabung dan Gunung Pelindung-Marga Sekampung-Sekampung Udik-Batanghari. 

"Sementara untuk petir, sepanjang pada kondisi hujan deras yang disertai angin dan petir, maka kerawanan akan bahanya petir tersebut merata di seluruh kecamatan yang ada. Artinya jika kondisi hujan, ditambah angin, sebaiknya warga menghentikan aktivitasnya terutama di sawah, dikebun, disungai, dan pulang kerumah. Disamping itu jangan berada di tempat terbuka saat ada petir, tidak berteduh di bawah pohon saat hujan," tambahnya. 

Ia menambahkan, tercatat ada tiga warga Lamtim di lokasi terpisah sempat terkena sambaran petir pada Rabu, 20 Mei 2020, sekitar pukul 17.00 Wib. Beruntung mereka bertiga selamat dan hanya mengalami luka ringan serta nyeri di sekujur tubuh.

Ketiga korban tersambar petir tersebut adalah, Made Suardana (17), warga Desa Purwosari, Kecamatan Marga Sekampung. Kemudian Usman (21) dan Samsudin (18), warga Desa Batu Badak, Kecamatan Marga Sekampung.

 

Winarko



Berita Terkait



Komentar