#hargapangan#beritalampung

Warga Lampura ‘Menjerit’ Hadapi Kenaikan Harga Sembako

( kata)
Warga Lampura ‘Menjerit’ Hadapi Kenaikan Harga Sembako
Pedagang cabai di Lampura. Dok Lampost.co


Kotabumi (lampost.co) – Warga Lampung Utara (Lampura) mengeluhkan harga bahan pokok yang masih bertahan tinggi. Jeritan itu ditambah dengan kondisi pertanian masyarakat yang tengah paceklik.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, cabe merah dihargai Rp100 ribu  per kg, bawang putih Rp60 ribu per kg, bawang merah Rp70-Rp80 ribu per kg.

Warga Lampura, Dina, menjelaskan tinggi harga sembako itu sangat membebani masyarakat di tengah kelesuan sejumlah harga komoditas hasil pertanian, seperti harga sawit hanya Rp400 per kg dan kopi Rp20 ribu kg.

"Saat ini masih musim paceklik, panen kopi juga telah lewat. Ditambah pendemi, masih pemberlakuan PPKM sehingga cukup membebani, khususnya ibu rumah tangga," ujar Dina, Senin, 27 Juni 2022.

Untuk mengatasi itu, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Lampura, Anom Sauni, menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menangani kenaikan harga bahan dan persiapan lebaran Iduladha.

"Kalau untuk sidak pasar nanti diputuskan saat rapat terkait kebutuhan pokok ini," kata dia.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar