#pelayanan#blangko

Warga Lampura Keluhkan Minimnya Blangko KTP-El

( kata)
Warga Lampura Keluhkan Minimnya Blangko KTP-El
Foto : Dok

Kotabumi (Lampost.co) -- Kebutuhan blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di wilayah Kabupaten Lampung Utara masih jauh dari kenyataan. Pasalnya, setiap bulan hanya dijatah hanya 250 blangko/bulan, sementara kebutuhan lebih dari seribuan blangko KTP-el disana. Hal itu membuat warga mengeluh.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lampura, Maspardan untuk itu pihaknya memberikan prioritas khusus kepada mereka yang sangat membutuhkan.

"Seperti keperluan mendaftar kerja, ibadah haji, keperluan di BPJS dan lainnya. Sementara, untuk umum kita berikan surat keterangan (suket), "kata dia, Minggu, 16 Februari 2020.

Ia menjelaskan, kebutuhan blangko setiap bulan tidak dapat diprediksi. Semisal musim anak lulus sekolah atau saat masuk, seperti pada awal tahun ini cukup tinggi. Sebab, di lapangan banyak kebutuhan,seperti melamar pekerjaan, untuk perjalan haji, dan lainnya.

"Kalau kita lihat untuk awal tahun ini perhari dibutuhkan minimal 300 blangko KTP-el, dan untuk masyarakat yang telah membuat suket sekitar 6000 lebih. Belum lagi kebutuhan untuk kedepan, makanya kita mengajukan sebanyak 10.000 tapi belum tahu realisasinya, "terangnya.

Oleh karena itu, dia menghimbau masyarakat sadar dan sabar akan hal tersebut. Sebab, keadaan demikian sehingga harus melakukan kegiatan itu. Dan untuk masalah perekaman, pihaknya memberi garansi tidak terjadi masalah.

"Ya kita masih aktif ke lapangan, untuk melakukan dan perekaman. Termasuk mencetak KTP, asalkan ada yang membutuhkan kita akan datang langsung kedesa. Demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan administrasi kependudukan (adminduk), "terangnya.

Minimal, kata dia, ada 10 orang yang membutuhkan. Dengan mengkoordinir, asalkan disana ada signal guna mengakses jaringan online (daring). Untuk mengakses data guna melakukan perekaman dan pencetakan.

"Bisa langsung menghubungi petugas, dan kita akan datang ke lapangan. Tapi harus dikoordinasikan, "tambahnya.

Dan untuk KTP-el sendiri, lanjutnya, masa aktif tidak terbatas atau berlaku seumur hidup. Sehingga tidak perlu diganti bila telah lama digunakan namun tidak melakukan registrasi. "Jadi kalau cuma mengubah status pekerjaan atau administrasi lainnya tidak perlu untuk mengganti karena ditempat kita yang menunggu antrian saja masih panjang. Pakai saja yang ada, karena itu berlaku seumur hidup. Cuma perlu dilaporkan kepada petugas sebagai syarat adminitrasi, "pungkasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar