#minyakgoreng#hargapangan

Warga Lampung Diimbau tak Panik Borong Minyak Goreng Satu Harga

( kata)
Warga Lampung Diimbau tak Panik Borong Minyak Goreng Satu Harga
Kepala Disdag Provinsi Lampung Elvira Ummihani bersama Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag, Muhammad Zimmi Skil melakukan monitor minyak goreng Rp14.000/liter. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penerapan kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000/liter melahirkan banyak cerita. Mulai dari antrean konsumen panjang, stok kosong, hingga menuai keluhan pedagang di pasar tradisional.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdag) Provinsi Lampung, Muhammad Zimmi Skil mengakui masih banyak kekurangan dalam penerapan kebijakan tersebut. Mesji begitu, ia mengajak masyarakat untuk bersabar dan tidak melakukan panic buying.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 03/2022, penyesuaian harga dilaksanakan paling lambat tujuh hari terhitung sejak penerapan kebijakan satu harga, yakni Rabu, 19 Januari 2022. 

"Mohon bapak/Ibu menghubungi produsen atau distributor tempat membeli barang tersebut untuk dapat ditanyakan mekanisme retur atau pengembalian kembali secara bussines to bussines," katanya, Minggu, 23 Januari 2022.

Baca: Timbun Minyak Goreng Satu Harga Siap-siap Didenda Rp50 Miliar

 

Ia juga meminta kepada petugas pemantau pasar untuk menginformasikan ke seluruh pedagang yang menjual minyak goreng bahwa program subsidi Rp14.000/liter akan berlangsung sampai enam bulan ke depan.

"Seluruh Indonesia lagi proses distribusi dan permintaan meningkat karena kebijakan baru satu harga. Jadi perlu proses penyesuaian, mudah-mudahan enggak lama distribusi bisa menyesuaikan," katanya. 

Menurut Zimmi, belum semua swalayan menyediakan minyak goreng Rp14.000/liter karena kebijakan tersebut hanya diperuntukkan bagi ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

"Ritel modern yang tergabung dalam Aprindo adalah Carrefour, Transmart, Alfamart, Alfamidi, FamilyMart, Giant Ekstra, Hero, Indomaret, Indogrosir, SuperIndo, Lotte Mart, Matahari, Hypermart, Ramayana, Retro-Mart," terang dia. 

"Fitrinov belum tergabung dalam keanggotaan Aprindo. Tetapi pekan depan sudah harus menyesuaikan, termasuk pasar tradisional," Sambung dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar