#Covid-19

Warga Lampung Barat Dilarang Gelar Hajatan

( kata)
Warga Lampung Barat Dilarang Gelar Hajatan
Sekretaris Satgas Covid-19 yang juga selaku Kepala BPBD Pemkab Lambar, Maidar. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung Barat (Lambar) menerbitkan surat edaran (SE) yang berisi larangan bagi warga untuk melakukan kegiatan apapun yang berpotensi mengakibatkan kerumunan dan pengumpulan massa, termasuk resepsi hajatan. 

SE yang dikirimkan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), dan peratin/lurah itu ditandatangani Bupati Parosil Mabsus tertanggal 20 Januari 2021 dengan nomor 360/054/ST/IV.05/2021.

Dalam SE itu disampaikan, pelarangan ini diterbitkan demi menyikapi perkembangan Covid-19 di wilayah Lambar yang semakin tinggi.

Satgas juga menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka baik di tingkat pendidikan PAUD, TK, SD, SLTP dan SLTA. KBM dikembalikan menggunakan metode daring sampai batas waktu yang belum ditentukan.

SE juga memuat imbauan bagi pengelola destinasi wisata untuk menutup usahanya sampai batas waktu pemberitahuan lebih lanjut. Poin selanjutnya, SE meminta pengurus rumah ibadah agar memperhatikan dan melengkapi  fasilitas sarana protokol kesehatan (prokes) dan melakukan pengawasan terhadap jemaah yang datang supaya memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Lambar Maidar mengatakan SE ini disampaikan untuk menindaklanjuti keputusan bersama Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) pada Selasa, 19 Januari lalu.

"Untuk pemberlakuan larangan itu sebenarnya sudah dimulai sejak 20 Januari lalu setelah ada keputusan bersama Forkopimda. Agar masyarakat luas dapat mengetahuinya maka secara resmi disampaikan melalui surat edaran ini," jelas Maidar, Jumat, 22 Januari 2021.

Di dalam SE itu, pasar tradisional/swalayan, pusat-pusat perbelanjaan, hotel/ penginapan, restoran, atau rumah makan juga diminta untuk menyiapkan fasilitas sarana protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, sabun, thermogen, dan karyawan memakai masker.

"Lalu kepada seluruh instansi kecamatan diminta melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara periodik di wilayah masing-masing," kata dia.

SE juga meminta para camat untuk berkoordinasi dengan Forkopimcam agar selalu memonitor masyarakat di wilayahnya yang terkonfirmasi Covid-19.

"Juga memonitor warga dan menyampaikan informasi pencegahan dan penanggulangan cCovid-19 kepada seluruh penduduk dengan mempergunakan berbagai saluran komunikasi yang tersedia di wilayah kelurahan/pekan masing-masing," kata Maidar. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar