#terseretarus

Warga Labuhanratu yang Terseret Arus Sungai Masih Dalam Pencarian

( kata)
Warga Labuhanratu yang Terseret Arus Sungai Masih Dalam Pencarian
Meski cuaca sudah gelap petugas gabungan masih terus melakukan pencarian Ahmad Nawawi yang jatuh tenggelam dan hilang di Sungai Margarahayu, Kamis, 4 Juni 2020. Dok Kecamatan Labuhanratu


Sukadana (Lampost.co) -- Ahmad Nawawi (23), warga Dusun IV, Desa Labuhanratu VII, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur, tenggelam dan hilang terseret arus sungai, Kamis, 4 Juni 2020, sekitar pukul 13.00 WIB. Korban tenggelam setelah jatuh dari jembatan bambu yang patah.

Hingga pukul 18.30 WIB korban belum juga ditemukan dan pencarian oleh petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamtim, Tim SAR Polres Lamtim, Forkopimcam Labuhanratu, Pamong Desa Labuhanratu VII, dan sukarelawan masih terus dilakukan.

Camat Labuhanratu, Mursid, menjelaskan musibah itu berawal ketika korban yang berjalan kaki melintas di atas jembatan Sungai Margarahayu di Desa Labuhanratu VII, Kecamatan Labuhanratu, untuk pulang ke rumahnya usai mencari rumput.

Namun, nahas saat sedang melintas tiba-tiba jembatan yang terbuat dari bambu yang dipijaknya tersebut patah. Akibatnya, tubuh korban langsung tercebur ke sungai.

Diduga karena korban tidak bisa berenang ditambah kondisi debit air sungai yang cukup tinggi akibat hujan sejak dini hari, akhirnya tubuh korban tenggelam dan menghilang terseret derasnya arus sungai tersebut.

Saat kejadian, kata Mursid, ada warga yang sempat melihat dan langsung melapor ke pamong desa dan warga, kemudian diteruskan ke Polsek, Koramil, dan Kantor Kecamatan Labuhanratu.

Mendapat laporan tersebut kecamatan dan polsek kemudian menghubungi Polres dan BPBD Lamtim. Akhirnya, BPBD dan Polres yang menerjunkan Tim SAR bersama dengan Forkopimcam Labuhanratu, Pamong Desa Labuhanratu VII, serta sukarelawan langsung melakukan pencarian.

Namun hingga pukul 18.30 WIB upaya pencarian yang dilakukan petugas gabungan tersebut belum juga membuahkan hasil. Akibat, cuaca mulai gelap, petugas gabungan kemudian mendirikan tenda darurat dan selanjutnya meneruskan upaya pencairan korban.

Muharram Candra Lugina






Berita Terkait



Komentar