#gaselpiji#elpiji#beritalamsel#ekbis#kelangkaanlpg

Warga Kualasekampung Kesulitan Cari Gas Elpiji 3 Kg

( kata)
Warga Kualasekampung Kesulitan Cari Gas Elpiji 3 Kg
Salah satu warung pengecer tabung gas elpiji ukuran 3 kg di Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. Lampost.co/Armansyah


KALIANDA (Lampost.co) -- Sejumlah masyarakat Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji ukuran 3 kg. Hal ini diakibatkan banyaknya permintaan dari masyarakat sejak dua pekan terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, kesulitan tabung gas bersubsidi itu diduga disebabkan meningkatnya penggunaan gas elpiji di sektor pertanian. Kemudian, ketersediaan pasokan tabung gas berkurang.

Seperti yang diungkapkan, Ajis (48) salah satu warga setempat mengaku sejak dua pekan terakhir dirinya kesulitan mendapatkan tabung gas melon. Bahkan, untuk mendapatkan tabung gas elpiji itu harus mencari keluar desa. "Sudah dua pekan ini gas elpiji tabung tiga kilogram susah dicari. Di warung eceran di Desa Kualasekampung juga banyak yang kosong. Kalau mau dapat, harus mencari ke desa lainnya," kata dia, Jumat, 27 September 2019.

Selain kesulitan itu, kata Azis, saat ini harga gas elpiji tiga kilogram juga mengalami kenaikan harga. Dimana, harga sebelumnya Rp23 ribu per tabung naik menjadi Rp25 ribu per tabung. "Saya bingung juga kok sekarang susah dicari. Kalaupun ada barangnya, harga tabung gas kilogram naik. Karena kebutuhan, mau enggak mau kami beli meski harga mahal," kata dia.

Sementara itu, Poniten (55), salah satu penjual tabung gas elpiji tiga kilogram eceran di Desa Kualasekampung. Dia mengaku kelangkaan terjadi lantaran adanya pengurangan suplay dari tingkat pangkalan gas elpiji. Akibatnya, banyak permintaan masyarakat tidak terpenuhi. "Sudah empat hari ini tabung gas diwarung kami kosong. Gimana sudah beberapa pekan terakhir pangkalan menyuplay tabung gas kewarung kecil dikurangi,” ujarnya.

Poniten mengaku, sebelumnya pangkalan biasanya menyuplai 10 tabung gas perkilgram ke setiap warung. Namun, sejak dua pekan terakhir dirinya hanya mendapatkan lima tabung. "Sudah dua pekan ini hanya dikasih lima tabung dari pangkalan. Itupun dijual habis dalam satu hari. Padahal, banyak yang nyariin buat menyiram tanaman padi. Untuk itu, sehari di kirim gas habis dijual dalam sehari," katanya.

Terpisah Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sragi, Eka Saputra membenar tabung gas elpiji tiga kilogram masih digunakan sebagai bahan bakar pengganti bensin mesin alkon oleh petani "Memang ada yang pakai, tapi jumlahnya enggak banyak karena petani sudah banyak beralih ke mesin sibel melalui sumur bor," katanya.

Armansyah







Berita Terkait



Komentar