#banjir#banjirbandang#bencanaalam#beritapesawaran

Warga Korban Banjir Bagelen Mengharap Bantuan Kasur dan Air Bersih

( kata)
Warga Korban Banjir Bagelen Mengharap Bantuan Kasur dan Air Bersih
Salah satu rumah warga Desa Bagelen yang rusak diterjang banjir bandang. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti

Pesawaran (Lampost.co): Belum hilang dari ingatan Tahyan, 70, banjir parah melanda Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan pada 2017 lalu. Kakek penderita struk yang telah diidapnya 5 tahun terakhir itu kini kembali harus menerima kenyataan pahit diawal tahun 2020 ini. Banjir kembali melanda, Kamis, 23 Januari 2020, dini hari.

Sebagian dinding rumahnya yang terbuat dari anyaman bambu, jebol diterjang banjir bandang.

Tahyan yang hidup berdua bersama sang istri Kamila, 65, di Dusun 2 Bagelen, Karangsari, itu hanya bisa duduk di kursi yang terletak di depan pintu rumahnya, sembari melihat istri dan anggota keluarga yang lain membersihkan lumpur sisa-sisa banjir yang merendam.

Kamila mengatakan saat kejadian banjir melanda, dirinya bersama suami sudah tertidur lelap. Namun dirinya terbangun setelah anaknya yang tinggal disebelah rumahnya menggedor pintu rumahnya.

"Suami saya langsung digendong oleh anak dan para tetangga, karena suami saya sakit struk. Kemudian saya dan suami dibawa ke rumah tetangga yang lebih aman," ujarnya sembari membersihkan lumpur sisa banjir, Kamis, 23 Januari 2020.

Atas kejadian ini, lanjutnya, dirinya berharap kepada pemerintah daerah agar segera memberikan bantuan, air bersih, air mineral, dan makanan siap saji.

"Kalau bisa saya minta kasur pak, kasian suami saya dia dari tadi duduk saja di kursi. Dia ini mau tiduran tapi kasurnya basah semua," ujarnya.

Sementara itu, Warsito, 45, warga yang harus mengalami kerugian setelah pupuk 2,5 kuintal yang dimilikinya terendam banjir, mengatakan, dirinya tidak bisa menyelamatkan harta benda yang ada di dalam rumah, karena kejadian banjir yang terjadi begitu cepat.

"Setelah ada info air naik, saya mengeluarkan semua hewan ternak kambing yang ada, dan anak istri saya membawa surat-surat penting seperti ijazah dan lainnya," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar