#LAMPUNGUTARA

Warga Keluhkan Tarif Parkir Kendaraan Pasar Malam Kotabumi

( kata)
Warga Keluhkan Tarif Parkir Kendaraan Pasar Malam Kotabumi
Arena pasar malam dikeluhkan warga di halaman Stadion Sukung Kotabumi, Sabtu, 9 Juli 2022. (Lampost.co/Fajar Nofitra)


Kotabumi (Lampost.co) -- Parkir kendaraan di arena pasar malam dikeluhkan warga di halaman Stadion Sukung Kotabumi. Pasalnya, selain harga parkir mahal, tidak diketahui aliran dananya. Sebab, tanpa disertai karcis, hanya sobekan kertas karton ditandai nomor si pemilik.

Tidak ada tanda khusus setoran masuk ke kas negara, meski berada difasilitasi milik dinas pemuda dan olah raga. Begitu pun dengan mereka yang menjajakan makanan (UMKM) ditarik parkir per malam Rp2.000/kendaraan.

"Aneh mas, itu uang diminta duluan. Kalau motor biasanya Rp5 ribu/parkir dan mobil Rp10 ribu/kendaraan. Tapi, itu bukan seperti diparkir biasa memungut retribusi," ujar Iyah, Sabtu, 9 Juli 2022 malam.

Tarif parkir biasa seperti di rumah sakit dan Ramayana Rp2 ribu sekali parkir. Hal itu memberatkan meski itu merupakan rezeki tahunan.

"Ya semua tahu, sama - sama cari rezeki. Tapi kan lihat - lihat juga di sini kan rata - rata pengunjungnya berasal dari warga lokal. Apalagi kondisi masyarakat lagi susah begini. Mau bawa keluarga rekreasi saja bayar sebegitu mahal. Cuma itu tidak tahu lari ke mana," timpal lainnya, Ari.

Baca juga: Jelang Buka Puasa, Pedagang Makanan di Lampura Jualan di Lahan Parkir Pasar Dekon

Pantauan lampost.co, areal parkir PM yang berlangsung hampir satu bulan di lapangan Stadion Sukung Kotabumi itu cukup ramai. Hal itu tidak hanya pada satu titik. Untuk di dalam saja sampai 2 dan 3 titik. Belum yang di luar dapat mencapai 5 - 6 lokasi, sementara dalam satu areal ada puluhan sampai ratusan kendaraan terparkir saat keadaan ramai.

Belum lagi dialami pedagang dari penarikan iuran sampah sampai sewa lapak. Mereka diminta uang bervariasi sesuai barang dijajakan tanpa kuitansi. Seperti tukang bakso bakar ditarif Rp50 ribu sekali pagelaran.

"Bervariasi, sesuai luasan dan wahana yang dijajakan. Kalau seperti kami Rp50.000 - Rp100 ribu/kali, dan yang lain dapat lebih," ujar pedagang yang enggan disebut namanya. Hal itu memberatkan karena ada yang mencapai Rp500 ribu untuk pedagang mainan, meski mereka hanya pedagang kecil yang meraup untung tak seberapa. Belum lagi kebersihan yang dipungut Rp2 ribu/malam.

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar