#BATUBARA

Warga Keluhkan Pencemaran Udara Akibat Limbah Batu Bara

( kata)
Warga Keluhkan Pencemaran Udara Akibat Limbah Batu Bara
Aktivitas di stockpile batu bara milik PT Hasta Dwiyustama. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah warga di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung mengeluh dengan adanya limbah batu bara yang mencemari permukiman. Limbah itu berasal aktivitas PT Hasta Dwiyustama.

Warga Kelurahan Ketapang, Nur mengatakan ia bersama warga lain sangat merasakan limbah tersebut sejak 2010. Bahkan asap yang dihasilkan dari pembakaran batu bara membuat sesak napas.

"Polusinya sampai sini, mereka beroperasi 24 jam gak berenti. Kadang kalau malem terasa bener sampai sesak napas," kata dia saat ditemui di rumahnya, Selasa, 01 November 2022.

Polusi asap tersebut sangat terlihat ketika musim kemarau dan malam hari, sampai menempel di dinding hingga membuat jemuran kotor. "Pernah anak saya main keluar, mukanya sudah penuh dengan debu hitam, karena asap batu bara itu," kata dia.

Saat musim hujan limbah batu bara yang berwarna hitam pekat mengalir sampai ke permukiman dan membuat kotor pekarangan. Maka dari itu ia berharap agar penanggung jawab perusahaan mencari solusi atas keluhan warga.

“Bukannya mencari solusi atas keluhan warga, pemilik lahan malah ingin menambah stockpile (tempat penyimpanan batu bara) yang jaraknya hanya satu meter dari perkampungan. Ada itu di RT sebelah, dia mau nambah stockpile deket bener sama rumah warga. Ya pada nolak warga di situ, kalau dibuat, nambah jadi polusinya," kata dia.

Sementara itu, warga lainnya, Indra mengatakan pihak perusahaan tidak pernah memberi kompensasi kepada warga sekitar. Perusahaan hanya memberikan sembako pada 2019 dan sesekali saja.

"Sembako juga banyak yang gak dapet, itu juga dikasih sesekali gak setimpal sama kerugian dari polusi yang ditimbulkan," kata dia.

Sementara itu, Kepala stockpile Muhaimin mengaku bahwa perusahaan tersebut baru beroperasi aktif tiga bulan lalu. Sebelumnya berhenti karena kebijakan pemerintah menutup keran ekspor batu bara.

"Kalau sembako sudah kami data, dan berikan ke pamong setempat dan mereka yang bagiin," kata dia.

Lurah Ketapang Dodi Irwanto mengatakan pihaknya sudah berupaya ekstra menjembatani permasalahan antara warganya dan pihak perusahaan, untuk menyelesaikan permasalahan itu.

"Warga Ketapang dan pemilik lahan inisial YN sudah bertemu, saya jembatani. Rencananya YN mau nambah penampungan batu bara ditolak warga," kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar