#tagihanlistrik#listrik#pln#beritalampung

Warga Keluhkan Kenaikan Tarif Listrik Prabayar 

( kata)
Warga Keluhkan Kenaikan Tarif Listrik Prabayar 
Warga saat mengisi ulang token listrik. Lampost.co/Andi Apriadi

Bandar Lampung (Lampost.co): Pelanggan listrik prabayar atau token mengeluhkan kenaikan tarif listrik. Pasalnya, kenaikan listrik ini tidak ada pemberitahuan kepada masyarakat. 

Novalia, pengguna listrik prabayar di Bandar Lampung, mengaku terkejut atas kenaikan tarif listrik yang mulai terasa sejak Ramadan. Ia mengatakan tidak mengetahui penyebab biaya listrik mengalami kenaikan karena tidak ada pemberitahuan dari pihak PLN. 

"Saya juga bingung kenapa sekarang pulsa token cepat benar habisnya. Padahal baru semalam isi token Rp50 ribu, tapi siang sekitar pukul 11.00 WIB, token sudah bunyi minta diisi lagi," ujarnya, Jumat, 8 Mei 2020.

Nova mengungkapkan kenaikan listrik prabayar ini tidak wajar dan membebankan masyarakat. Padahal pengunaan listrik di kediamannya tidak banyak, hanya menggunakan lampu, kipas angin, lemari es, televisi, dan pompa air itu pun jarang dipakai.

"Sering hidup di rumah itu, cuma kipas angin sama kulkas. Kalau televisi dan pompa iar jarang dipakai," kata warga Jalan Pangeran Antasari, Gang Thobari, Kelurahan Tanjungbaru, Kecamatan Kedamaian ini.

"Biasanya kalau malam token baru diisi pulsa Rp20 ribu habisnya bisa sore atau sampai malam lagi. Tapi sekarang baru isi Rp50 ribu, nggak sampai 2 hari. Padahal sebelumnya Rp50 ribu bisa 3 sampai 4 hari," sambungnya. 

Dia berharap pihak PLN dapat memberikan penjelasan terkait kenaikan tarif listrik prabayar ini dan mengambalikan harga biaya bayar listrik seperti semula agar meringankan beban masyarakat.

"Di tengah wabah virus korona kayak gini, masa harga listrik naik. Apa mereka enggak tahu kami cari uangnya bagaimana kalau ada virus korona ini," pungkasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar