#bnpt#asalpilih

Warga Keluhkan Dana BPNT Tak Tepat Sasaran

( kata)
Warga Keluhkan Dana BPNT Tak Tepat Sasaran
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diperuntukan masyarakat kurang mampu nampaknya tidak tertuju ke sasaran yang tepat. Banyak warga Bandar Lampung mengeluh karena untuk peserta penerima BPNT justru orang yang berkecukupan dalam segi tempat tinggal hingga kehidupan.

Salah seorang ibu rumah tangga yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan bahwa di daerahnya yakni Kecamatan Labuhan Ratu, sangat banyak masyarakat yang kehidupannya layak namun justru menerima BPNT.

"Tetangga saya rumah mewah dan punya kendaraan roda empat, tapi aktif dalam peserta BPNT," kata dia yang merupakan istri dari buruh kuli bangunan ini pada Rabu, 23 Oktober 2019.

Ia melanjutkan, jika dia dan beberapa warga lain tidak mendapat dana BPNT padahal telah mencoba mengurusnya.

"Tiap daerah kan ada ketua kelompok, saya udah coba urus dan ketua kelompok daerah rumah saya bilang akan diurus ke dinas. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan," katanya.

Selain dana bantuan yang tidak tepat sasaran, nasib serupa dirasakan oleh seorang ibu rumah tangga lain. Tiwi (36) menjelaskan bahwa namanya telah terdata dan sempat mendapat BPNT. Hingga kini juga belum ada kejelasan dari pihak berwenang.

Saat Lampost.co mendatangi ketua kelompok dari daerah tersebut, ia menjelaskan bahwa data warga yang dana bantuannya mandek telah diproses dan dilakukan pendataan ulang, proses selanjutnya adalah bersabar.

"Kami sudah ajukan ke dinas, mungkin warga diharao bersabar agar tidak terjadi data ganda dan sebagainya. Sehingga proses pencairan akan cepat kembali," kata Dewi selaku ketua kelompok peserta BPNT di Kecamatan Labuhan Ratu.

Warga terus berharap agar dana bantuan non tunai yang sempat mandek dan terhenti segera cepat diselesaikan. Karena bantuan tersebut sangat berguna untuk keberlangsungan kehidupan warga tersebut.

"Biasanya kami mendapat beras, telur, minyak, gula. Sembako tersebug nerguna sekali, bisa bertahan sampai sebulan sangat membantu perekonomian keluarga saya," kata dewi.

Selain itu, warga lain juga mengharapkan agar ada pendataan ulang dan penyaringan yang sebenar-benarnya sehingga tidak ada kasus salah sasaran. Untuk warga yang mampu justru mendapatkan BPNT dan warga yang tidak mampu justru tidak mendapatkan sama sekali.

"Semoga ada pendataan ulang, dan dilihat benar-benar orang yang harusnya mendapat BPNT. Sehingga kami yang justru sangat mengharapkan tidak kebingungan, semoga pemerintah memberi teguran kepada penerima BPNT namun memiliki rumah kokoh dan mobil bagus," ujar wanita paruh baya tersebut.

Atika Oktaria

Berita Terkait

Komentar