sampah

Warga Sekitar TPS Tanjungsenang Keluhkan Limbah Sampah

( kata)
Warga Sekitar TPS Tanjungsenang Keluhkan Limbah Sampah
Keberadaan tempat pembuangan sampah sementara di RT 13, Lingkungan I, Tanjungsenang, Bandar Lampung, dikeluhkan warga sekitar. Namun, pihak kelurahan menyatakan lokasi tersebut merupakan hasil kesepakatan warga. CHAIRIL ANWAR/LAMPOST.CO

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Warga RT 13, Lingkungan I, Kelurahan Tanjungsenang, Kecamatan Tanjungsenang, Bandar Lampung, yang berada di sekitar tempat pembuangan sampah (TPS) sementara mengeluhkan keberadaan tempat pembuangan tersebut. Pasalnya, tumpukan sampah rumah tangga tersebut menyebarkan aroma tidak sedap yang mengganggu. Terlebih, saat hujan, air hitam dari TPS tersebut masuk ke gorong-gorong warga. 

Hendri Susanto (45), warga sekitar, mengatakan awalnya lokasi tersebut akan dibangun musala sebagai fasilitas umum dari perumahan. Namun, karena fasilitas itu tidak kunjung dibangun, sejak 2014 lahan kosong tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Awalnya hanya sedikit. Tapi, lama-kelamaan, petugas yang membuang sampah di lokasi ini semakin banyak. Bayangkan saja, lima kelurahan membuang sampah di sini, yaitu Tanjungsenang, Way Kandis, Pematangwangi, Labuhdandalam, dan Perumahan Way Kandis,” katanya, didampingi warga lainnya, Yohanes Sunarko (35), Sabtu, 6 Juni 2020.

Hendri melanjutkan masalah ini sudah sempat didemo warga pada 2014 bahkan hingga dibawa ke DPRD. Namun, ujarnya, hingga sekarang warga tak kunjung mendapat solusi. Dia beserta warga setempat berharap lokasi TPS sementara ini dipindahkan ke tempat yang jauh dari permukiman.

“Semoga ada solusi sehingga TPS ini dipindahkan. Warga sudah cukup dirugikan dengan keberadaan TPS ini,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Tanjungsenang Syahril menyatakan, penetapan lokasi TPS tersebut adalah hasil kesepakatan warga. Bahkan, ujarnya, sebelum ramai penduduk dan permukiman, TPS tersebut sudah ada di lokasi tersebut.

“Lokasi itu sejak 1980-an sudah jadi TPS. Sebelum ada perumahan nasional, di situ memang TPS,” katanya.

Terkait langkah pihak kelurahan mengantisipasi limbah sampah, pihaknya sudah mengajak warga bergotong-royong membuat gorong-gorong. “Itu untuk mengantisipasi di kala hujan, sehingga air itu lari ke siring. Kami sudah mengantisipasi keluhan mereka dengan pembuatan gorong-gorong. Penertiban untuk pembuangan sampah juga sudah,” kata Syahril. 

Soal permintaan warga untuk memindahkan TPS, Syahril menyatakan hal itu perlu dimusyawarahkan kembali. “Pemindahan tak semudah membalik telapak tangan. Harus melalui proses. Kelurahan siap mengajak warga bermusyawarah mencari lokasi untuk memindahkan. Jangan sampai lokasi tersebut ditutup, lalu kita bingung mau buang sampah ke mana,” katanya.

Sebelum ada tempat lain, Syahril mengajak warga untuk memelihara lokasi yang sudah ada. “Mengapa yang ini tidak kita pelihara? Rapat di kantor kelurahan sudah, di lapangan sudah, di masjid sudah. Dan, itu sudah clear,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Syahril, DPRD bahkan sudah turun untuk mengkaji ini dan sudah selesai. Untuk itu, Lurah Tanjungsenang mengajak warga untuk bekerja sama demi terciptanya kebersihan sampah di wilayah tersebut.

Winarko



Berita Terkait



Komentar