#kesehatan#herbal

Warga Kalianda Produksi Herbal Daun Kelor

( kata)
Warga Kalianda Produksi Herbal Daun Kelor
Racikan saun kelor produksi warga Lampung Selatan yang akan dikemas dan dipasarkan. (Foto:Lampost/Rustam Efendi)


KALIANDA (Lampost.co) -- Warga di Lampung selatan berhasil mengolah daun kelor menjadi obat herbal, dan hasil olahannya ini diminati masyarakat luas bahkan hingga ke Pulau Jawa dan Kalimantan. 

Pujo (44) dan istrinya, warga Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan ini, memroduksi serbuk herbal dari daun kelor yang memiliki manfaat untuk kesehatan sejak tiga tahun lalu atau sejak adanya wabah Covid-19.

"Sejak adanya corona dulu, daun kelor banyak dicari orang. Saya bersama istri mulai racikan menjadikan herbal dan ternyata manfaatnya memang banyak juga untuk kesehatan," katanya, Rabu 21 September 2022.

Setiap harinya, ratusan bungkus serbuk herbal ini dikemas dan di pasarkan. Untuk sebungkus serbuk kelor dibandrol harga Rp50 ribu. Selain pemesanan lokal, banyak juga untuk memenuhi pesanan dari Pulau Jawa dan Kalimantan.

"Sudah tiga tahun ini permintaan terus saja bertambah," katanya.

Menurut Pujo, untuk mengkonsumsi serbuk daun kelor hanya cukup diseduh dengan air panas dan dapat dicampur gula sesuai selera. Selain itu Pujo juga menyediakan obat herbal dengan kemasan yang lebih praktis. 

"Supaya bisa di konsumsi kapanpun dan dapat di minum dimana saja, saya juga membuat dengan bentuk kapsul. Masyarakat yang sudah mengkonsumsi daun kelor dengan telaten mengaku badannya terasa lebih sehat terutama bagi penderita asam urat," lanjut Pujo. 

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar