#bandarlampung#lampung

Warga Durian Payung Keluhkan Aktivitas Pembangunan Jembatan Penghubung

( kata)
Warga Durian Payung Keluhkan Aktivitas Pembangunan Jembatan Penghubung
Warga Gang Bukit Indah, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, mengeluhkan aktivitas pembangunan akses jalan pribadi. Lampost.co/Deta

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Warga RT08 Lingkungan 2, Jalan Khairil Anwar, Gang Bukit Indah, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, mengeluhkan aktivitas pembangunan akses jalan pribadi di wilayah setempat. 

Warga mengeluhkan lantaran posisi dan proses pembangunan tersebut tepat berada di tengah-tengah pemukiman warga. Selain itu, beberapa warga mengidap penyakit ispa dan radang paru-paru akibat aktivitas pembangunan.

Keluhan dari warga itu ditanggapi oleh Pemerintah Kota (Pemkot), melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), yang kemudian dibahas dalam rapat bersama antar beberapa warga dan pemilik tanah atas pembangunan jalan penghubung itu. 

Menurut Mansur salah seorang warga setempat, pembangunan akses jalan pribadi itu tidak mendapatkan izin dari warga sekitar. Hanya sebatas izin dari satu warga, tidak secara menyeluruh yang terkena dampak akibat proses pembangunan. 

"Intinya ya kita menolak untuk dibangun jalan atau jembatan penghubung itu. Karena warga yang disana tidak ikut dilibatkan mengenai izinnya. Dan akibatnya sekarang salah satu warga kena ispa, anak bayi kena radang paru-paru," ujar Mansur usai mengikuti rapat, Senin 14 Oktober 2019.

Sementara itu, Yudo sebagai perwakilan dari pemilik tanah mengaku bahwa pembangunan jembatan atau jalan penghubung dibangun di atas tanah atas sertifikat pribadi.

"Peruntukannya rumah pribadi, kita bangun jalan diatas pemukiman warga agar akses dari rumah pribadi di bawah dan atas dalam satu jalur. Lagian itukan ditanah sendiri, dan juga sebelumnya sudah izin pamong, Bhabinkamtibmas segala macam sudah izin semua," ungkapnya. 

Atas arahan dari Pemerintah Kota dan permintaan masyarakat setempat, dirinya sebagai perwakilan pemilik tanah pun menyetujui untuk diberhentikan sementara proses pembuatan jembatan penghubung itu. 

"Ya kita mengikuti saja apa arahan dari Dinas untuk diberhentikan sementara kegiatan pembuatan jalan atau jembatan penghubung," lanjutnya. 

Ditempat yang sama, Kepala Disperkim Yustam Effendi, melalui Kabid Pengendalian Permukiman Dekrison mengatakan berdasarkan hasil rapat bersama, didapatkan kesepakatan bahwa permintaan warga untuk diberhentikan sementara, karena dampak yang dirasakan warga cukup besar. 

"Pemerintah kota bandar lampung memutuskan untuk memberhentikan sementara pembangunan jembatan akses penghubung di Jalan Khairil Anwar. Penghentian itu dilakukan sampai permasalahan dengan warga rampung dan pemilik bisa mengamtongi izin lingkungan/ dari pemerintah setempat," ujar Dekrison.

Deta Citrawan

Berita Terkait

Komentar