#Lingkungan#SeranganGajah#SuohLampungBarat#Lampung

Warga Diminta Waspada Serangan Gajah

( kata)
Warga Diminta Waspada Serangan Gajah
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

LIWA (Lampost.co) -- Untuk mengantisipasi kawanan gajah liar memasuki perkampungan warga di malam hari, masyarakat Suoh di sekitaran Taman Nasional Bukit Barisan Selatan diminta waspada.

Kepala UPT TNBBS wilayah Suoh, Sulki, meminta masyarakat dan satgas penghalau gajah untuk memasang obor atau membuat api unggun di jalan-jalan setapak atau jalan yang diperkirakan akan menjadi lintas gajah.

Menurutnya, jika sudah dipasang obor atau membuat api unggun di setiap jalan setapak atau jalan mengarah ke perkampungan, gajahnya tidak akan melewatinya lagi.

Hal ini menurutnya, juga sudah dikoordinasikan kepada Camat Suoh dan anggota Dewan setempat. "Saya sedang di Bandar Lampung tapi saya sudah koordinasi ke camatnya," kata Sulki.

Terkait dengan telah masuknya kawanan gajah di daerah Suoh itu, kata dia, kini sudah ada tim atau satgas dan relawan yang menanganinya. Tim satgas itu merupakan gabungan dan mereka  memiliki alat berupa jeduman dan mercon untuk menghalaunya.

Sulki mengatakan, tim tersebut telah bekerja sejak beberapa hari lalu atau sejak gajahnya masih berada di wilayah perbatasan Tanggamus.

Soal arah atau tujuan gajah itu hendak kemana, kata Sulki, pihaknya tidak mengetahui secara jelas. "Itu namanya hewan lagi mencari makan. Jika ditempat itu dilihatnya banyak makanan tentulah mereka akan bertahan lama," kata Sulki.

Yang penting warga terus waspada. Kemudian pada malam hari upayakan menyalakan obor ditempat tertentu agar gajahnya tidak mendekati.

Eliyah

Berita Terkait

Komentar