#lampung#hutan#kebakaran#lahan

Warga Diminta Tak Tergoda Uang untuk Bakar Lahan

( kata)
Warga Diminta Tak Tergoda Uang untuk Bakar Lahan
Anggota Koramil 426-01 Mesuji, Kodim 0426 berjibaku padamkan kebakaran lahan di Mesuji.Lampost.co/M Ridwan Anas


Jakarta (Lampost.co): Masyarakat diminta jangan mudah tergoda dengan iming-iming uang untuk membakar lahan. Perusahaan juga diultimatum tidak memberikan uang kepada warga untuk membakar hutan.

"Jangan mau dibayar untuk membakar (lahan)," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Raffles B Panjaitan, di Kementerian LHK, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 24 September 2019.

Raffles menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa ditangani dengan mengubah persepsi dan cara pandang, seperti menolak iming-iming uang. Dia juga berharap ada perubahan perilaku dari pemerintah pusat, stakeholder hingga masyarakat di tingkat bawah.

Menurut dia, pola kerja sama setiap elemen bisa dilakukan dengan pemanfaatan lahan. Lahan bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam, perikanan atau ternak. Bila itu dikembangkan, masyarakat terbantu untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Raffles mengatakan, pemanfaatan lahan bisa merujuk pada Undang-undang (UU) Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Sebanyak dua hektare lahan yang digunakan sebagai kearifan lokal perlu diintervensi pemerintah agar bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Pemerintah harus masuk ke sana mengintervensi memberi dukungan atau insentif. Sehingga masyarakat tidak harus bakar lagi," kata Raffles.

12 Kebakaran Hutan Terjadi di Lamsel Sepanjang September

medcom.id







Berita Terkait



Komentar