#pencemaran#limbah

Warga Diminta Melapor Jika Usahanya Terdampak Limbah Aspal

( kata)
Warga Diminta Melapor Jika Usahanya Terdampak Limbah Aspal
Tumpahan limbah minyak yang tercecer di pesisir pantai Sebalang Katibung, Lampung Selatan. Antara Foto/Ardiansyah


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung mengatakan warga dalam hal ini pelaku usaha, petambak, dan nelayan bisa melapor jika mendapat kerugian diakibatkan limbah aspal.

"Bisa langsung lapor ke kami jika terdapat kerugian misal kerambah untuk usaha rusak akibat pencemaran limbah yang belakangan ini terjadi di perairan laut," kata Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP Provinsi Lampung, Zainal Karoman, Senin, 13 September 2021.

Baca juga: Limbah Aspal Cemari Laut Lampung

Sebab menurutnya, akibat limbah seperti limbah aspal dan sejenisnya akan menjadikan ekosistem di laut rusak. "Hal ini merugikan pelaku usaha, petambak dan nelayan. Karena ini adalah ladang pencarian," tegasnya.

Namun menurutnya hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait kerugian yang ditimbulkan akibat pencemaran tersebut.

"Dampak limbah terhadap ikan mati, udang, belum ada laporan dari yang kami terima, sehingga DKP belum bisa estimasi. Namun kami membuka pelaporan jika ada yang merasa dirugikan atau semacamnya," kata dia.

Pihaknya saat ini juga tengah menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Polda Lampung guna mengambil langkah.

"Ranahnya saat ini masih di Dinas Lingkungan Hidup dan juga Polda Lampung yang sedang melakukan penanganan," tutupnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar