#pungli#sembako#beritalampung

Warga Diminta Melapor Jika Ada Pungli Terkait Sembako Bersubsidi

( kata)
Warga Diminta Melapor Jika Ada Pungli Terkait Sembako Bersubsidi
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Satria Alam. Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung menyalurkan program operasi pasar bersubsidi penanganan dampak ekonomi pandemi covid-19 untuk masyarakat rentan ekonomi di kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Apabila ada oknum yang melakukan penyelewengan dan pungutan liar (pungli) maka segera laporkan kepada pihak yang berwajib.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Satria Alam mengatakan tujuan penyelenggaraan Operasi Pasar Bersubsidi ini adalah sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung untuk membantu masyarakat rentan ekonomi terdampak Covid-19 terutama kebutuhan bahan pokok dengan harga subsidi. 

"Bila ada penyelewengan maka segera laporkan. Mitra Gojek juga tidak boleh memungut ongkos kirim. Masyarakat cuma membayar Rp. 45 ribu saja," katanya usai kegiatan, Senin, 4 Mei 2020.

Ia mengatakan untuk bahan pokok yang disediakan dalam operasi pasar bersubsidi tersebut yaitu beras kemasan 5 kg seharga Rp20.000, gula pasir kemasan 2 kg seharga Rp15.000, tepung terigu kemasan 1 kg seharga Rp4.000 dan minyak goreng kemasan 1 liter seharga Rp6.000.

"Bahan pokok tersebut dikemas dalam paket sembako bersubsidi sebanyak 90.000 ppaket dengan harga Rp45.000 per paket," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Lampung M Zimmi Skil mengatakan paket sembako bersubsidi yang diterima masyarakat itu harganya Rp45 ribu. Jadi jika ada yang melebihi tagihan diatas ketentuan tersebut silakan dilaporkan kepada petugas kepolisian.

"Silakan saja laporkan kepolisi, kalau melebih dari tagihan tersebut. Karena ongkos kirim semuanya sudah dibayarkan oleh pemprov Lampung melalui rembes. Jadi jangan ada masyarakat yang melebihi tagihan tersebut, dengan harapan agar masyarakat yang membutuhkan bisa terbantukan pada masa Covid-19," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar