#obat#bpom#obattercemar#beritalampung#kesehatan

Warga Diimbau Waspada Produk Obat Ranitidin Yang Tercemar

( kata)
Warga Diimbau Waspada Produk Obat Ranitidin Yang Tercemar
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung, menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli atau mengonsumsi produk obat Ranitidin yang diduga terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA).  

Dimana NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami. Dan jika dikonsumsi secara berkala dampak jangka panjangnya yaitu potensi kanker, terlebih bila dosisnya diambang batas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBPOM Bandar Lampung Tri Suryanto saat ditemui mengatakan. Pada 13 september 2019, US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicien Agency (EMA), mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil pada sampek produk Ranitidin.

"Atas dasar itu,  saat ini kita (BBPOM) tengah lakukan pemantauan kesejumlah distributor obat yang ada di Lampung. Guna mencegah adanya penjualan Ranitidin dengan jumlah cemaran NDMA diambang batas," ujarnya, Senin, 7 Oktober 2019.

Pihaknya menjelaskan, nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan yaitu sebesar 9 mg per hari. "Hal ini dijadikan dasar oleh Badan POM dalam mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia terutama Lampung,"  jelasnya.

Masih kata Tri,  beberapa jumlah produk obat yang terindikasi adanya bahan NDMA dan dapat dilakukan penarikan distribusi secara langsung yaitu diantaranya. Zantac, Rinadin, Indoran dan Ranitidin.

"Mengenai kelima jenis produk obat ini juga, sudah kita himbau dan berikan surat edaran terhadap penyebarannya dari distributor, jika masih didapati maka produk obat itu akan kita amankan," kata dia.

Disampaikan, Sebagai bentuk tanggung jawab industri farmasi dalam menjamin mutu dan keamanan obat yang diproduksi dan diedarkan, industri farmasi diwajibkan untuk melakukan pengujian secara mandiri terhadap cemaran NDMA dan menarik secara sukarela apabila kandungan cemaran melebihi ambang batas yang diperbolehkan.

BBPOM menghimbau agar masyarakat tidak resah menanggapi pemberitaan yang ada, jika memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi apoteker, dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

"Untuk menghindari dampak akibat penyebaran produk obat yang tercemar NDMA, sebaiknya masyarakat percayakan pengobatan kesehatan ditempat pelayanan oleh Pemerintah atau swasta, karena keamanan penggunaan obatnya sudah teruji," pungkasnya.

Deta Citrawan



Berita Terkait



Komentar