ingatpesanibumemakaimaskerjagajarakmencucitangan

Warga Diimbau Taat Protokol Kesehatan, Bukan Bergantung ke Vaksin

( kata)
Warga Diimbau Taat Protokol Kesehatan, Bukan Bergantung ke Vaksin
Ilustrasi vaksin virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal

Jakarta (Lampost.co) -- Vaksin covid-19 disebut tiba di Indonesia pada November 2020. Namun, publik diminta tak menggantungkan harapan hingga lalai karena vaksin bagian kecil modal perang melawan pandemi covid-19.

"Jangan semata-mata menggantungkan harapan pada vaksin ini," kata Kepala Departemen Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Sugeng Ibrahim, dalam diskusi virtual bertajuk 'Yakin dengan Vaksin?', Sabtu, 17 Oktober 2020.

Kedatangan vaksin covid-19 hanyalah 1/6 modalitas melawan pandemi. Sugeng justru menganjurkan publik bisa lebih taat protokol kesehatan ketimbang berharap dengan vaksin, seperti gerakan #ingatpesanibu yang gencar dikampanyekan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Ketaatan protokol kesehatan tersebut di antaranya menjalankan gerakan 3M, yakni rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak.

"Tingkatkan kepatuhan kita atas protokol dan kita tambal pakai vaksin, sampai semua penelitian dilakukan agar kita tidak dapat PHP (pemberi harapan palsu)," kata Sugeng.

Seiring menyiapkan vaksin, ia berharap pemerintah lebih fokus dalam menangani pandemi covid-19 di tanah air. Terutama dalam menegakkan aturan sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Selain itu, Sugeng menyebut vaksin yang datang pada November 2020 hanya berjumlah 10 juta. Jumlah ini tak sebanding dengan rencana pemerintah yang menargetkan penyuntikan vaksin kepada 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau sekitar 170 juta orang.

"Kemudian terkait izin, paling cepat Januari. Kalau pemerintah bisa datangkan vaksin Sinovac dari perusahaan farmasi asal London, AstraZeneca, itu rebutan. Semua butuh," kata dia.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.

Satgas Covid-19 baru-baru ini mengampanyekan #ingatpesanibu. Pemerintah berharap kampanye ingat pesan ibu efektif mengajak masyarakat disiplin menerapkan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar