#DENTUMANDILAMPUNG#METEOR#Itera

Warga Diimbau Jangan Minum Air Rendaman Meteorit

( kata)
Warga Diimbau Jangan Minum Air Rendaman Meteorit
Sisa batu meteor yang menghantam rumah salah satu warga di dusun 5 Astomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Warga Dusun 5 Astomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah dihebohkan jatuhnya meteor yang menimpa atap salah satu rumah warga setempat. Sang pemilik rumah merendam batu itu di akuarium dan banyak warga mengambil air rendaman tersebut.

Terkait hal itu, Peniti Itera Danni Gathot Harbowo mengimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi air rendaman meteorit tersebut. Sebab, dikhawatirkan masih ada unsur-unsur radioaktif dari meteorit yang dapat saja berbahaya bagi kesehatan manusia.

“Dikhawatirkan adanya unsur-unsur yang terkandung di meteorit yang terkena panas, dan tekanan akhirnya meradioaktifkan beberapa unsur. Untuk itu kami akan teliti lebih lanjut,” ujar Gathot, Sabtu, 30 Januari 2021.

Sebelumnya, peneliti Itera lainnya Robiatul Muztaba memastian benda yang ditemukan warga adalah sebuah batu meteorit. Hal ini sesuai ciri pada benda tersebut seperti batuan memiliki kandungan logam atau lebih dikenal dengan stony-iron, serta memiliki sisi hitam di batuan akibat dari gesekan meteor dengan atmosfer.

"Sesuai ciri-cirinya, batu tersebut mengandung unsur logam atau stony-iron, dan sudah kami uji dengan magnet, dan ketika ditemukan pemilik rumah, batu tersebut dalam kondisi hangat, itu merupakan dampak bebatuan yang bergesekan dengan atmosfer, ada proses pembakaran di sana,” kata dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera tersebut.

Gathot pun menyatakan, batu yang kini disimpan warga Dusun 5 Astomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah juga terdapat kandungan logam atau lebih dikenal dengan stony-iron di dalamnya. Terdapat juga sisi hitam di batuan akibat dari gesekan meteor dengan atmosfer.

Selain itu, batuan tersebut juga mengandung unsur hidrat yang memicu oksidasi dengan ditunjukkan adanya bagian batu yang berwarna kekuningan. Batu tersebut menunjukan memiliki kandungan air, tapi bukan air dari Bumi. Sehingga sangat tampak batu tersebut berkarat meski dalam waktu yang singkat.

 "Terkait unsur-unsur detail batu meteorit ini akan kami analisa di laboratorium selama satu minggu ke depan, dan mudah-mudahan bisa lebih cepat, sehingga kita bisa tau unsur-unsur didalamnya," pungkas dia.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar