Liburancovid-19

Warga Diimbau Berpikir Ulang Berlibur di Akhir Tahun

( kata)
Warga Diimbau Berpikir Ulang Berlibur di Akhir Tahun
juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Dok


JAKARTA (Lampost.co) -- Masyarakat diminta bijak dan berpikir ulang jika ingin berpergian saat libur panjang akhir tahun 2020. Sebab, lonjakan kasus covid-19 di Indonesia masih terjadi setiap libur panjang.

“Masyarakat perlu berpikir dua kali sebelum melakukan perjalanan antarkota pada libur Natal dan Tahun Baru kali ini,” tegas juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis, Minggu, 20 Desember 2020.

Wiku mengatakan mobilitas masyarakat selama libur panjang kerap memicu peningkatan kasus aktif covid-19 di Indonesia. Misalnya, libur panjang saat Agustus dan Oktober lalu. “Mobilitas yang dilakukan masyarakat di tengah pandemi covid-19 sangat berisiko dan membahayakan pelaku perjalanan,” ujar dia.

Wiku meminta masyarakat tidak meremehkan lonjakan kasus positif. Sebab, lonjakan kasus membawa dampak lanjutan seperti berkurangnya jumlah tempat tidur di ruang isolasi maupun ruang ICU (intensive care unit). “Bertambahnya tugas penanganan dari para petugas kesehatan, potensi penularan, dan korban jiwa,” papar Wiku.

Pemerintah, kata Wiku, tengah menyusun kebijakan perjalanan selama periode libur panjang. Salah satunya, mewajibkan syarat tes swab antigen yang diakui sebagai alat deteksi covid-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Wiku mafhum kebijakan itu terkesan sulit diterapkan. Namun, dia meminta kerja sama dari masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan akhir tahun jika tak ada keperluan mendesak. “Masyarakat harus menyadari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bertujuan melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan kasus covid-19,” terang dia.

Lonjakan kasus covid-19 di Indonesia masih terjadi beberapa hari belakangan. Misalnya pada Rabu, 16 Desember 2020, terdapat penambah 6.725 kasus covid-19. Kasus virus berbahaya itu meningkat pada Kamis, 17 Desember 2020 menjadi 7.354 kasus.

Kasus korona sempat menurun pada Jumat, 18 Desember 2020 dengan 6.689 kasus. Namun kembali melejit jadi 7.751 kasus pada Sabtu, 19 Desember 2020.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar