#dermagacanti#kepemilikanlahan#beritalamsel

Warga Canti Tolak Pemasangan Plang Kepemilikan Lahan Dermaga

( kata)
Warga Canti Tolak Pemasangan Plang Kepemilikan Lahan Dermaga
Beberapa warga Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, saat menolak pemasangan papan plang kepemilikan lahan dermaga canti, Rabu (22/1/2020). Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Sejumlah masyarakat Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, yang mengaku dari pihak keluarga pemilik Dermaga Canti menolak adanya pemasangan plang kepemilikan lahan di kawasan dermaga tersebut.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, pemasangan plang itu dilakukan oleh perwakilan dari Pemkab Lamsel. Adapun plang itu menyatakan lahan Dermaga Canti merupakan milik Pemkab Lamsel dengan nomor surat AAF 920843 - 2018 dan AAF 920844 - 2018.

Sedangkan beberapa masyarakat yang menolak itu mengeklaim lahan Dermaga Canti tersebut merupakan milik keluarga Zainal Abidin warga setempat.

Menurut Andi Rizal yang mengaku dari pihak keluarga pemilik lahan, dirinya menyayangkan atas ketidakbijakan Pemkab Lampung Selatan yang memasang plang kepemilikan lahan dermaga itu. Apalagi pemasangan itu tidak berkoordinasi sebelumnya.

"Ini lahan milik orang tua saya, Zainal Abidin. Kok tiba-tiba Pemkab Lamsel memasang plang kepemilikan lahan tanpa memberi tahu dahulu kepada kami. Jelas, otomatis kami menolak," katanya, Rabu, 22 Januari 2020.

Andi Rizal mengaku bersama keluarganya meminta pemasangan plang untuk dihentikan hingga ada kejelasan dari Pemkab Lamsel.

"Kami minta plang dicabut kembali, sambil menunggu penjelasan dari Pemkab Lamsel," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Canti Jahidin saat ditemui di lokasi pemasangan plang tidak bisa memberikan keterangan apapun mengenai permasalahan kepemilikan lahan dermaga tersebut.

Camat Rajabasa Sabtudin mengatakan pihaknya sesegera mungkin akan memediasi permasalahan tersebut. Bahkan, warga yang mengklaim lahan pelabuhan Dermaga Canti itu akan diselesaikan secepatnya bersama Pemkab Lamsel.

"Ya, nanti kita tunggu jadwal dari Pemda Lamsel. Kapan dan dimana musyawarahnya. Persoalan ini harus segera dimediasi biar ada kejelasan," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar