#kpk#unila

Warek dan Ketua Senat Unila Didakwa Terima Rp3 Miliar dari Dua Jalur PMB

( kata)
Warek dan Ketua Senat Unila Didakwa Terima Rp3 Miliar dari Dua Jalur PMB
Heriyandi dan Basri saat sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 9 Januari 2023. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung, (Lampost.co) -- Jaksa dari KPK mendakwa Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila nonaktif, Prof Heryandi, dan Ketua Senat Unila nonaktif, Muhammad Basri, menerima uang Rp3,43 miliar. Jumlah itu berasal dari penerimaan mahasiswa baru (PMB) melalui jalur SBMPTN dan SMMPTN Unila.

Surat dakwaan tersebut dibacakan jaksa Asril di Ruang Bagir Manan, Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Selasa, 10 Januari 2023

"Helmy Fitriawan ikut membantu terdakwa I (Prof Heryandi) untuk menginput data saat rapat penentuan kelulusan dan Karomani mendapat Rp2,65 miliar," kata Asril.

Uang itu turut dibagikan kepada terdakwa Muhammad Basri Rp300 juta dan Dekan Fakultas Teknik Unila sekaligus Ketua Tim Panitia PMB UNILA 2022, Helmy Fitriawan, Rp330 juta.

"Terdakwa Heryandi, Muhammad Basri, dan Karomani mengetahui atau patut menduga, seluruh uang diterima tersebut hadiah untuk suatu tujuan tertentu," katanya.

Tindakan itu sesuai dengan UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar