#unilever#emotionaleating#gula#garam

Wapadai Kelebihan Gula Pengaruhi Emotional Eating

( kata)
Wapadai Kelebihan Gula Pengaruhi Emotional Eating
Jakarta Food Editor’s Club 2018 yang mengangkat tema Emotional Eating, Waspadai Kelebihan Asupan Gula, Garam dan Lemak (18/12/2018).

JAKARTA--Unilever mengajak masyarakat mewaspadai kelebihan asupan gula, garam, dan lemak (GGL) akibat emotional eating. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Jakarta Food Editor’s Club (JFEC) di Jakarta, Selasa (18/12/2018).  Maria Dewantini Dwianto Head of Corporate Communication Unilever Indonesia mengatakan Unilever Indonesia memahami adanya fenomena emotional eating. Acara ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain mengedukasi kepada masyarakat, Unilever Indonesia juga terus mengembangkan produknya agar terus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk yang berkualitas dan juga memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi masyarakat.
 
Saat ini, seluruh produk makanan dan minuman Unilever memiliki informasi nilai gizi di label untuk memberikan edukasi ke konsumen pentingnya mengetahui jumlah asupan gula, garam, lemak menurut kebutuhan nutrisi hariannya (Angka Kecukupan Gizi).   Selain itu, seluruh produk makanan dan minuman Unilever Indonesia telah menerapkan label Guidline Daily Amount pada Front of Pack sejak tahun 2015 untuk memberikan transparasi informasi kepada konsumen.  
 
Menurutnya, beberapa upaya pengembangan produk yang telah dilakukan di antaranya adalah meluncurkan Bango Light yang diformulasikan 30% lebih rendah gula, dengan menggunakan stevia sebagai pemanis alami yang lebih rendah gula. Namun stevia dapat menghasilkan rasa manis yang sama sehingga menghasilkan kecap manis lebih rendah gula dengan rasa yang tetap enak.
 
Selain itu, menurunkan 36% gula tambahan pada Buavita Jus; Royco Bumbu Siap Pakai (Nasi Goreng Hijau, Nasi Goreng Rendang, dan Ayam Bumbu Rujak) yang diformulasikan dengan kandungan garam sesuai rekomendasi WHO: 5g sodium/day, serta membatasi kadar lemak, gula dan kalori pada es krim Paddle Pop yang ditujukan untuk anak. “Kami berharap melalui edukasi dan inovasi produk yang kami miliki, kami bisa membantu masyarakat Indonesia untuk bisa meningkatkan kesehatan masyarakat sehingga mendukung terciptanya Indonesia sehat,” ujar Maria Dewantini Dwianto.
 
Tara de Thouars (Psikolog LightHouse Clinic) mengatakan faktor tekanan (stress) adalah hal yang kerap terjadi, terutama di kota-kota besar. Menurut survey yang dilakukan oleh Zipjet pada 2017, Jakarta berada di peringkat 18 teratas kota paling stres dengan total skor 7,84.  Sebab itu, tidak heran jika berbagai macam cara dilakukan masyarakat untuk menghadapi stres, salah satunya adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang dianggap sebagai comfort food.  Tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat memicu emotional eating yang jika tidak dikendalikan dapat meningkatkan asupan Gula Garam Lemak (GGL) yang mampu memicu penyakit tidak menular.

 

 

 

Hesma Eryani



Berita Terkait



Komentar