#hukum#wanprestasi

Wanprestasi Rp1,85 Miliar Digugat ke Pengadilan

( kata)
Wanprestasi Rp1,85 Miliar Digugat ke Pengadilan
Ilustrasi perumahan bersubsidi. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang Gugatan Perdata dengan tergugat Direktur PT Graha Sentra Mulya, Lisa Silawati, berlangsung di PN Tanjungkarang, 23 Agustus 2021, dengan agenda pembacaan kesimpulan. Gugatan tersebut terdaftar/teregistrasi dengan Nomor  Perkara No.: 27/Pdt.G/2021/PN Tjk di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, perihal gugatan wanprestasi/cedera janji penggugat dan tergugat.

Gugatan diajukan karena korban berinisial MA menderita kerugian Rp1,85 miliar akibat dugaan wanprestasi investasi perumahan. Dalam petitumnya, penggugat meminta majelis hakim, menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan ingkar janji dan/atau wanprestasi, menyatakan sah dan mengikat surat kesepakatan antara penggugat dan tergugat tertanggal 5 November 2020.

Kemudian menghukum tergugat membayar secara tunai kerugian materiil sebesar Rp1,85 miliar, menghukum tergugat untuk membayar secara tunai kerugian immateriil Rp2 miliar. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (Conservatoir Beslag) terhadap tanah berikut bangunan permanen yang berdiri di atasnya.

Baca juga: Pengadilan Tunggu Hasil Wanprestasi PT HIM

Selanjutnya, menghukum tergugat untuk membayar uang paksa (Dwangsom) sebesar Rp2 juta kepada penggugat atas keterlambatan dalam memenuhi isi putusan ini setiap harinya, dan menyatakan putusan dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada upaya verset, banding, dan kasasi.

"Kami berharap kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut untuk dapat memutus atau mengabulkan gugatan klien kami secara keseluruhan termasuk dalam hal ini yaitu kerugian materil dan imaterill serta melakukan sita jaminan atas aset milik daripada pihak tergugat," kata M. Randy Pratama selaku kuasa hukum penggugat, Senin, 23 Agustus 2021.

Pihak penggugat juga melaporkan Lisa ke Polresta Bandar Lampung atas dugaan penipuan dan penggelapan di Polresta Bandar Lampung  dengan nomor :LP/B/1232/VI/2021/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG tertanggal 3 Juni 2021.

"Apabila tidak ada upaya penyelesaian dari pihak tergugat atau terlapor, untuk menyelesaikan permasalahan hukum tersebut. Klien kami selanjutnya menempuh upaya hukum kepailitan sebagaimana yang diatur didalam peraturan perundang-undangan demi terselesaikannya permasalahan klien kami," ujarnya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar