#Penipuan#BelanjaOnline

Wanita di Bandar Lampung Tertipu Transaksi Online Jutaan Rupiah

( kata)
Wanita di Bandar Lampung Tertipu Transaksi <i>Online</i> Jutaan Rupiah
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Wanita di Bandar Lampung Tertipu Transaksi Online Jutaan

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang wanita di Bandar Lampung mengaku tertipu transaksi online jutaan rupiah. Ia tertipu saat bertransaksi lewat aplikasi Gojek dan GoFood.

Wanita bernana Veronica Veren menceritakan pengalamannya di akun Instgaram-nya menjadi korban penipuan. Tak tanggung-tanggung, ia menderita kerugian Rp5,2 juta.

Veronica menceritakan kejadian berlangsung pada 10 Februari 2020 lalu. Saat itu ia memesan pizza di Pizza Hut Antasari lewat GoFood, dan pesanan diterima oleh Krisyanto Richard dengan nomor plat kendaraam DB 2363 EN.

Ia pun akan membayar pesanan tersebut dengan uang cash saat mitra gojek telah mengantarkan pesanan Go Foodnya.

"Ya seperti biasa gua pesen tuh pizza dan gua mau bayar pakai cash karena pada saat itu memang pegang cash dengan tagihan harga pizza dan ongkirnya di GoFood," ujar Veronica di akun instagramnya yang dilihat Lampost.co, Sabtu, 22 Februari 2020.

Ketika pesanan diterima ia tidak menaruh kecurigaan sama sekali. Namun, si penerima order mengabarkan ke Veronica kalau kehabisan uang cash karena baru saja berbelanja lewat GoShop namun pizza sudah dipesan.

"Terus dia bilang, mbak transfer ke account virtual acc-nya Pizza Hut-nya saja. Nih ngomong sama kasir. Dikasih tuh telepon sama orang kasirnya dan dia bilang dengan meyakinkan banget," katanya.

Ketika berkomunikasi dengan orang yang mengaku kasir via telepon, ia pun dibuat repot dengan diarahkan untuk mengikuti petunjuk. Ia diminta segera menrasfer karena sedang banyak antrean.

"Saya panik dan kesel karena digupekin dan gua ini mikir karena kasian sama driver enggak punya duit buat beli pizza, dan bayangan gua dia stuck di resto gegara dia enggak bawa duit," katanya.

Kemudian ia diarahkan untuk mentrasfer ke virtual account tersebut. Ia pun diarahkan memasukan semacam kode perusahaan.

"Gua pikir lebih trusted (virtual acc) dari pada kayak rekening pribadi biasa," katanya.

Ia pun diarahkan memasukan kode 055 lalu memasukan 266 ribu sesuai dengan tagihan Go Food. Ia pun segera menrasfer karena merasa tak enak, agar selanjutnya pizza segera diantar.

"Setelah itu yang terjadi yang ke trasnfer malah jadi Rp5 jutaan, dan ini bukan v-accountnya Pizza Hut. Gua baru sadar kalau transfer ke v-account itu memang enggak ditanya lagi, bener tranfer segini dulu, jadi langsung tranfer," katanya.

Ia pun sadar kalau sudah menjadi korban penipuan, lalu segera menghubungi mitra gojek tersebut.

"Dia bilang dengan dramanya, oh ia mbak ini pesenannya kelebihan transfer sampai 5juta, saya kembalikan ya mbak tapi bertahap yaitu Rp2 juta Rp2 juta," katanya.

Diminta pengembalian bertahap Veronica pun menolak, dan langsung berencana menyambangi Pizza Hut Antasari namun sempat ditahan oleh penipu dengan dalih akan merusak nama baik Pizza Hut. Namun, sesampainya di sana, tidak ada sama sekali pesanan tersebut, dan ternyata penipuan.

"Jadi temen-temen di sini, mulai hati-hati banget sama yang namanya pake app online apapun. Karena banyak cerita penipuannya beda-beda dan kerugiannya bahkan jauh di atas gua. Hati-hati temen-temen di Lampung juga, karena penipuan begini sudah masuk sampe wilayah Lampung," paparnya.

Sementara, akun instagram resmi @gojekindonesia juga mengunggah informasi penipuan dengan modus transfer ke virtual account, pada 11 Februari 2020. Pada unggahan tersebut terlihat admin Gojekindonesia menerima telepon dari sang penipu.

Admin mengingatkan pihak Gojek termasuk mitra driver dan merchant tidak minta pembayaran lewat virtual account atau aplikasi bank. Admin juga meminta kalau ada yang mencoba menipu laporkan ke customerservice@gojek.com.??

Nah, jangan lupa share info ini ke temen-temen kamu biar mereka juga tau,"bunyi postingan akun gojek Indonesia. (RUL)

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar