sekolah

Wali Murid Minta Diskon Bayaran Sekolah

( kata)
Wali Murid Minta Diskon Bayaran Sekolah
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Sulpakar. (Dok. Lampost.co/Umar Robbani)


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Sejumlah wali murid meminta potongan uang bayaran sekolah. Hal itu merespon kebijakan Disdikbud Lampung yang telah memperbolehkan sekolah menarik uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). 

Budi Sunarto, wali murid di salah satu SMA di Bandar Lampung mengaku keberatan jika harus membayar secara penuh. Karena selama pandemi murid tidak menggunakan fasilitas sekolah. 

Warga Tanjungkarang Pusat itu mengatakan, selama pandemi sang anak hanya belajar secara online. Bahkan metode belajar yang diterapkan sekedar mengerjakan tugas saja. 

"Harusnya jangan bayar penuh, setengah saja atau kurangi berapa gitu. Kan anak tidak pernah ke sekolah," ungkapnya, Minggu (13/12/2020). 

Hal serupa pun disampaikan oleh Murniati, warga Gedong Air, Tanjungkarang Barat. Ia keberatan karena banyak kondisi ekonomi keluarga murid terdampak Covid-19. "Jadi kalau harus dibayar semua penuh, rasanya berat," ungkapnya.

Sementara Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar menjelaskan, penarikan pembiayaan pendidikan telah diperbolehkan sejak dikeluarkannya Pergub Nomor 61 tentang peran masyarakat dalam pendanaan pendidikan. Namun, lanjutnya, penarikan mesti tetap dilakukan melalui rapat komite bersama wali murid. 

Meski begitu, dalam peraturan itu juga mewajibkan sekolah untuk menjamin murid dari keluarga tidak mampu untuk bersekolah. Sehingga pendidikan bagi para murid tetap terjamin. 

"Kami ingin kualitas sekolah tetap bagus meski dalam kondisi pandemi, tapi tentu juga tidak boleh memberatkan orang tua," kata dia. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar