#pungutan#SMAN

Wali Murid Keluhkan Besarnya Pungutan SMA di Lambar

( kata)
Wali Murid Keluhkan Besarnya Pungutan SMA di Lambar
dok Lampost.co


Liwa (Lampost.co) -- Wali murid di sejumlah SMA Negeri di Lampung Barat mengeluhkan besarnya biaya pendidikan yang mencapai Rp130 ribu/bulan  untuk tiap siswa.

"Kalau orang tuanya pegawai tidak masalah, tapi untuk rakyat biasa pungutan yang jumlahnya sampai Rp130 ribu/bulan itu jelas keberatan. Kalau besaranya di bawah Rp100 ribu masih mampu lah," kata salah seorang wali murid dari SMAN 1 Liwa yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengaku, keputusan besaran pungutan itu memang diputuskan dalam rapat komite sekolah yang dihadiri oleh wali murid tapi tidak semua wali murid menyatakan setuju. Kalaupun setuju itu karena terpaksa.

Bahkan rapat komite penentuan besaran penarikan dana itu sempat berjalan alot karena banyak orang tua yang keberatan dengan jumlah yang diusulkan pihak sekolah yang awalnya mencapai Rp150 ribu/siswa. Dana itu harus dibayar dari Januari. Untuk kelas tiga harus dibayar sampai Juni.

Di tempat terpisah, Wakil Kepsek bagian humas SMAN 1 Liwa Agustiansah saat dikonfirmasi, membenarkan adanya keputusan rapat tentang adanya pungutan kepada siswa.

Dana yang dikenakan ke siswa itu adalah untuk program pengembangan pendidikan dengan besaran dana yang dikenakan ke siswa sebesar Rp130 ribu/siswa/bulan dengan total siswa seluruhnya sebanyak 964 siswa. "Jadi ini adalah biaya untuk pengembangan pendidikan bukan pungutan," kata Agustiansah.

Dana yang dikenakan kepada siswa itu diputuskan melalui rapat komite. Mengenai dasar penentuanya adalah Permendik nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang dikuatkan dengan Permendikbud Nomor 48 tahun 2008  tentang Pendanaan Pendidikan.

Bahkan lanjut dia, ketentuan pembiayaan itu seharusnya mulai dikenakan di semester lalu Juli-Desember. Tapi saat itu belum dilaksanakan.

Keputusan penarikan biaya kepada siswa, karena BOS daerah pada tahun lalu hanya cair 50% dari Rp1 juta/siswa/tahun.

Wakil kepsek bidang Sarpras SMAN 2 Liwa Benson, mengatakan penarikan dana kepada siswa ini pada prinsipnya sama dengan yang dilakukan oleh SMAN 1 Liwa dan sekolah lainya.

Di SMAN 2 Liwa, hasil keputusan rapat yaitu Rp125 ribu/bulan dengan jumlah siswa 552 orang. Pungutan tidak langsung setahun tapi saat ini dihitung selama 6 bulan terhitung dari Januari. Setelah itu akan digelar rapat kembali.

Pungutan itu dikarenakan dana BOS daerah yang diterima tidak penuh sementara pihak sekolah membutuhkan dana. Menurutnya, jika dana dari pemerintah mencukupi maka pihak sekolah tidak akan memungut lagi.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar