#Covid-19lampung

Wali Kota Metro Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

( kata)
Wali Kota Metro Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan
Rapat koordinasi pengendalian Covid-19 di Kota Metro. dokumentasi Kominfo Kota Metro


Metro (Lampost.co) -- Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin meminta masyarakat untuk lebih taat dan patuh terhadap protokol kesehatan di zona merah.

Dengan adanya perubahan aturan dari Intruksi Kementerian Dalam Negri (Kemendagri) Nomor 14 pada tanggal 21 Juni 2021, Pemerintah Kota Metro melakukan Rakor Evaluasi tentang Penanganan Pandemi Covid-19 di Kota Metro.

Wahdi mengatakan dengan adanya Inmendagri 14/INS/LL-01/2021 lebih mudah untuk mengontrol segala upaya dalam penanggulangan Covid-19 ini.

“Saat ini yang terpenting masyarakat patuh dengan prokes karena paling rendah kedisiplinan serta diminta mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya saat memimpin rakor Satgas Covid-19, di Ruang OR Setda Kota Metro, Selasa, 22 Juni 2021.

Kapala Bagian (Kabag) Hukum Kota Metro, Ika Pusparini mengatakan, sehubungan dengan Kota Metro masuk dalam zona merah, maka diterapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

Dengan membatasi tempat kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen dan Work From Office (WFO) sebesar 25 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat, dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara online.

“Pembatasan jam buka untuk pusat perbelanjaan, restoran, rumah makan, pedagang kaki lima sampai dengan pukul 20.00. Sedangkan untuk warung tenda dan angkringan sampai dengan pukul 22.00 dan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Kegiatan di tempat ibadah dibatasi secara ketat dan lebih mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah. Khusus destinasi wisata dibatasi mencapai 25 persen pengunjung,” kata dia.

Dia menjelaskan, untuk lokasi seni budaya dan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan untuk Kota Metro pada zona merah diizinkan dibuka, dengan pembatasan kapasitas maksimal 25 persen dan penerapan prokes secara lebih ketat. Untuk sementara waktu sampai dengan wilayah dimaksud tidak lagi dinyatakan sebagai zona merah.

“Hal ini ada perbedaan, untuk kegiatan hajatan pada zona merah paling banyak 25 persen dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan di tempat. Jadi diperbolehkan masyarakat mengadakan hajatan, namun hanya 25 persen dan sama sekali tidak ada makanan di tempat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti menginformasikan, saat ini Kota Metro akan mengadakan vaksin massal yang akan dilaksanakan di 5 tempat Rumah Sakit.

“Untuk terkait pemberian vaksin kali ini berjenis vaksin astrazeneca, yang lebih diutamakan para KPM. Dan rencananya pemberian vaksin massal ini pada hari Sabtu mendatang,” ujar Erla Andrianti.

Winarko







Berita Terkait



Komentar