#Covid-19

Wali Kota Bandar Lampung Larang Hajatan, Pengusaha Wedding Organizer Diminta Bersabar

( kata)
Wali Kota Bandar Lampung Larang Hajatan, Pengusaha <i>Wedding Organizer</i> Diminta Bersabar
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengimbau warga menahan diri untuk tidak menggelar acara resepsi hajatan selama pandemi Covid-19, Senin, 25 Januari 2021. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memberlakukan pelarangan pelaksanaan acara resepsi pernikahan dan kegiatan sejenis yang berpotensi mengundang kerumunan. Pelarangan yang termaktub dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Bandar Lampung.  

Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN, sampai saat ini angka kasus warga terdampak Covid-19 masih terus meningkat dan belum menunjukkan penurunan. 

"Acara resepsi pernikahan ditunda dahulu selama pandemi Covid-19. Kita harus sangat hati-hati, jaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker," ujar Wali Kota, Senin, 25 Januari 2021. 

Baca: Pemkot Larang Hajatan Mulai Senin

Wali Kota mengaku kebijakan tersebut tidak akan mampu menyenangkan semua pihak. Termasuk, memberikan dampak yang akan sangat terasa pada beberapa bidang usaha yang berhubungan dengan perhelatan resepsi pernikahan. 

"Pengelola wedding organizer harus bersabar. Nyawa manusia harus kami selamatkan dahulu. Pernikahan masih bisa disesuaikan dengan syarat sesuai surat edaran itu," kata dia. 

Wali Kota Herman HN juga mengakui belum bisa memberikan solusi yang masif bagi para pengusaha yang tedampak. Hal itu disebabkan keuangan daerah pun dalam kondisi terpuruk. 

"Paling untuk bantuan kepada mereka bersumber dari pusat, karena daerah sedang tidak ada. Anjuran dari Pemkot bagaimana jalankan usaha lain dahulu sementara ini apabila memang tidak bisa sama sekali," ujarnya. 

Wali Kota meminta semua harus menyambut kebijakan tersebut dengan lapang dada hingga Bandar Lampung kembali masuk zona hijau penyebaran virus Covid-19.

"Kalau Bandar Lampung kembali ke zona hijau maka masyarakat akan diperbolehkan menggelar pesta," katanya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar