#BandarLampung#PenyempitanSungai#Walhi

Walhi Soroti Perusahaan Penyebab Penyempitan Sungai

( kata)
Walhi Soroti Perusahaan Penyebab Penyempitan Sungai
Aktivitas perusahaan diduga berdampak pada penyempitan sungai di daerah Jagabaya III, Way Halim, Bandar Lampung. Foto diambil Rabu, 3 September 2019. (Foto: Deta citrawan/Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyayangkan adanya aktifitas sebuah perusahaan di Bandar Lampung, yang menyebabkan terjadinya penyempitan atau pendangkalan sungai.

Walhi meminta pihak perusahaan bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan dari aktivitas di perusahaan tersebut, mengingat dampak ke depan yang ditimbulkan dari terjadinya pendangkalan atau pengurangan volume sungai.

"Kalau memang ada terjadi aktivitas penyempitan dan pendangkalan sungai yang diakibat usaha, maka yang punya aktifitas itu harus bertanggung jawab juga," ujar Irfan Direktur Walhi Lampung, Rabu, 4 September 2019.

Pihaknya juga berharap agar pemerintah daerah tegas menegur perusahaan-perusahaan nakal yang mengakibatkan penyempitan dan pendangkalan sungai. Sebab dengan kondisi banyaknya terjadi pendangkalan sungai,  untuk tidak lebih parah lagi.

"Sungai itukan ekosistem, yang memiliki mekanisme penyaluran air melalui celah struktur dasar tanah sungai. Misalnya akibat industri semen, dasar sungai menjadi beton maka akan mempengaruhi serapan dari sungai itu," jelasnya.

Terkait adanya keluhan masyarakat tentang penyempitan sungai, Walhi dalam waktu dekat ini akan mengecek secara langsung kondisi yang terjadi dilapangan. "Bisa kita agendakan untuk ke lapangan," kata dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Erna Rochana, Pengamat Lingkungan dari Universitas Lampung. Penyempitan dampak besarnya dapat mengakibatkan banjir, dikarenakan volume sungai tidak dapat menampung volume air.

"Harusnya permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik, yaitu pemerintah berkoordinasi kepada pihak perusahaan agar memiliki kepedulian. Yang penting itu lingkungannya dijaga, dan dicarikan solusi terkait hal tersebut," ungkapnya.  

Sebelumnya, warga Jagabaya III, Way Halim, Bandar Lampung, keluhkan soal aktivitas sebuah peruhasaan yang beroperasi di wilayah setempat dan diduga mengakibatkan penyempitan sungai yang berada tepat disamping lokasi perusahaan.

Deta Citrawan

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar