Walhilingkungan

Walhi: Lingkungan Hidup Lampung Makin Memprihatinkan

( kata)
Walhi: Lingkungan Hidup Lampung Makin Memprihatinkan
Catatan Akhir Tahun Walhi Lampung 2020 dengan tema Pulihkan Demokrasi Pulihkan Lampung untuk Keadilan Ekologis, di RID’S Coffe, Selasa, 19 Januari 2021. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktur Eksekutif Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan kondisi lingkungan hidup di Lampung saat ini semakin memprihatinkan. Upaya penegakan hukum yang dilakukan pemerintah maupun aparat penegak hukum dinilai masih belum maksimal dalam memberantas dan memberikan efek jera.

"Pelaku kejahatan lingkungan dan korporasi terus mengeksploitasi sumber daya alam di Lampung," ujarnya dalam paparan Catatan Akhir Tahun Walhi Lampung 2020 dengan tema Pulihkan Demokrasi Pulihkan Lampung untuk Keadilan Ekologis, di RID’S Coffee, Selasa, 19 Januari 2021.

Selain itu, upaya penyelesaian konflik sumber daya alam juga masih banyak meninggalkan catatan dan kejadian yang belum terselesaikan pada 2020. 

Upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, penyelesaian konflik tenurial, perbaikan fungsi kawasan hutan, peningkatan fungsi ekologis pesisir dan perlindungan serra jaminan terhadap petani dan nelayan di Lampung juga masih belum memiliki terobosan. Hal itu terus menimbulkan reduksi kehancuran ekologis dan ketidakadilan sosial ekonomi.

"Sampai saat ini upaya pemerintah untuk percepatan dan pengoptimalan perhutanan sosial sebagai jaminan kepastian dan pengakuan atas wilayah kelola rakyat masih belum maksimal dan cenderung lambat. Lalu upaya pengavlingan wilayah laut dan pesisir dengan direvisinya perda RZWP3K tidak memiliki urgensi," paparnya.

Sepanjang 2020 itu, Walhi menyoroti berbagai kejadian lingkungan, seperti isu wilayah kelola rakyat, terdeforestasi hutan, pertambangan pasir laut dan kejahatan lingkungan di sektor pesisir. Kemudian kerusakan ekologis di kawasan pesisir, dampak dari perubahan iklim, isu perkotaan dan bencana ekologis, pertambangan ilegal, dan konflik sumber daya alam yang belum terselesaikan. 

"Dalam catatan ini Walhi menyuarakan kepada Pemprov untuk mencapai keadilan ekologis dalam pengelolaan lingkungan hidup sebagai dorongan kepada pemerintah. Itu untuk perbaikan dan menjaga kondisi lingkungan hidup agar terwujudnya lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan. Sebab, kondisi lingkungan hidup di Lampung semakin memprihatinkan," paparnya.

Untuk itu, dia menilai pemerintah harus segera merumuskan rencana aksi yang cepat untuk penyelamatan lingkungan hidup. Pemprov juga perlu segera melakukan implementasi visi misi dan RPJMD Lampung 2019–2024 yang sampai saat ini belum terasa sangat efektif.

"Belum ada dampak positif yang diberikan kepada rakyat Lampung dan memberikan rasa keadilan terhadap pengelolaan lingkungan hidup sampai dipenghujung 2020 ini," kata dia.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar