#pencemaran#limbah#lampung

Walhi Lampung Nilai Limbah Mirip Aspal Ancam Keselamatan Ekosistem Laut

( kata)
Walhi Lampung Nilai Limbah Mirip Aspal Ancam Keselamatan Ekosistem Laut
Warga menunjukkan tumpahan limbah minyak yang tercecer di pesisir pantai Sebalang Katibung, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (10/9/2021). Antara Foto/Ardiansyah


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Terdapat limbah mirip cairan aspal mencemari wilayah pesisir Lampung. Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengatakan peristiwa itu mengancam keberlangsungan ekosistem laut. Ia menjelaskan jika terus dibiarkan limbah bisa mengakibatkan biota dan makhluk hidup di sekitar pesisir mati. Hal tersebut akan berdampak pada hasil tangkapan nelayan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat pesisir.

"Secara regulasi memang tidak boleh membuang limbah di laut, karena berpotensi besar mengganggu keberlangsungan ekosistem," kata Irfan melalui telepon, Rabu, 15 September 2021.

Baca juga:Daftar Perairan Lampung Tercemar Limbah Aspal

Tidak hanya itu, limbah tersebut juga mengganggu aktivitas pariwisata yang berada di pinggir pantai. Sebab limbah cair berwarna hitam mencemari wilayah yang cukup luas hingga ke pinggir pantai.

Ia berharap pemerintah dan kepolisian bisa melakukan tindakan cepat terkait kasus tersebut. Sebab hal serupa juga pernah terjadi pada 2020 namun tidak ada kejelasan.

Penanganan hukum harus dilakukan secara transparan sampai menemukan pelaku. Sebab jika tidak peristiwa itu akan berulang di masa yang akan datang.

"Jangan sampai seperti kejadian serupa pada 2020 dan hasilnya kami enggak tahu apakah ditemukan pelakunya atau tidak," ujarnya.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar