#limbahmedis#beritalampung

Walhi Dorong Penerbitan Regulasi Limbah Medis

( kata)
Walhi Dorong Penerbitan Regulasi Limbah Medis
Limbah medis. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) — Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Lampung meminta Pemerintah Provinsi Lampung, segera mengeluarkan aturan terkait penanganan sampah infeksius pasien isolasi mandiri.

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi limbah medis dengan pengadaan tempat penyimpanan sampah infeksius untuk publik dari penanganan Virus Corona (Covid-19).

“Pengadaan tempat penyimpanan sampah infeksius untuk publik, merujuk pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SE.2/MENLHK/PSLB.3/3/2020 tentang pengelolaan limbah infeksius (B3) dan rumah tangga dari penanganan Covid-19,” ujarnya pada Minggu, 7 Februari 2021.

Walhi menyebutkan, umumnya limbah infeksius bahan berbahaya dominan dihasilkan dari aktivitas medis, baik dari rumah sakit maupun di fasilitas kesehatan lainnya. Saat ini tentu limbah ini juga dihasilkan dari limbah aktivitas rumah tangga dan pasien.

"Sampah ini harus ditangani secara khusus agar tidak menjadi sumber penularan virus, dan juga pencemaran lingkungan. Pengelolaannya harus dimasukkan ke dalam plastik dan tertutup rapat yang pengolahannya harus dimusnahkan menggunakan insinerator," katanya.

Dalam surat tersebut dijelaskan beberapa hal terkait pengelolaan dan pengolahan limbah infeksius yang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu limbah infeksius yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, dari orang dalam pemantauan (ODP) yang berasal dari rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan sampah sejenisnya dalam rumah tangga.

"Sampai saat ini, kami belum pernah mendapatkan informasi dari Pemprov Lampung untuk pembuangan atau pengangkutan limbah B3 yang dihasilkan masyarakat, seperti masker sekali pakai, sarung tangan, dan alat pelindung diri lainnya," ujarnya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar