#rerie#covid-19

Wakil Ketua MPR Dorong Peningkatan Kepatuhan Pengendalian Covid-19

( kata)
Wakil Ketua MPR Dorong Peningkatan Kepatuhan Pengendalian Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Langkah pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19 harus dilakukan dengan seimbang dalam meredam ledakan kasus positif Covid-19 di tanah air. Peningkatan kepatuhan masyarakat menjalankan kebijakan pencegahan Covid-19 harus menjadi perhatian serius.

"Pertambahan jumlah pasien Covid-19 di sejumlah fasilitas kesehatan sejauh ini diantisipasi dengan baik lewat berbagai upaya. Namun, yang tidak kalah penting, harus secara konsisten meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan kebijakan pencegahan seperti disiplin protokol kesehatan (Prokes)," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya Minggu, 19 Juni 2021.

Menurut dia, tanpa kepatuhan masyarakat dalam disiplin prokes dan sejumlah kebijakan pengendalian Covid-19, lambat laun sistem kesehatan nasional tidak mampu mengantisipasi pertambahan kasus positif Covid-19 yang demikian cepat.

Catatan Satgas Covid-19 per Minggu, 6 Juni 2021, dalam pantauan satu pekan terakhir, baru 41,90% dari 358 kabupaten/kota di Indonesia, tingkat kepatuhan warganya memakai masker dan menjaga jarak di atas 90%.

Untuk itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, lebih dari setengah masyarakat di mayoritas kabupaten/kota di Indonesia belum sepenuhnya mematuhi kebijakan untuk menjalankan prokes, seperti memakai masker dan menjaga jarak, yang sangat penting dalam pecegahan penyebaran Covid-19.

Padahal, upaya penanggulangan penyakit yang meluas seperti pandemi Covid-19 membutuhkan partisipasi aktif masyarakat secara luas juga dalam pelaksanaan kebijakan penanggulangan Covid-19.

Sehingga, menurut anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, kepastian masyarakat mematuhi setiap kebijakan yang diterapkan menjadi faktor penting dalam pengendalian Covid-19.

Progres kepatuhan masyarakat dalam menjalankan setiap kebijakan, seharusnya menjadi perhatian yang serius dari para pemangku kepentingan di setiap tingkatan wilayah.

Keseriusan dalam mengupayakan kepatuhan masyarakat, diharapkan mampu mencegah terjadinya ledakan sikap abai masyarakat terhadap setiap kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam pengendalian Covid-19 di tanah air.

Pemantauan terhadap progres kepatuhan masyarakat, harus konsisten dilakukan agar bila ada indikasi penurunan tingkat kepatuhan bisa segera ditemukan penyebab sekaligus solusinya.

Selain itu, sosialisasi masif terkait pemahaman tentang Covid-19 kepada para tokoh masyarakat, pemuka agama dan seluruh lapisan masyarakat, juga harus konsisten dilakukan untuk mengikis berbagai informasi negatif yang berpotensi meningkatkan sikap abai masyarakat terhadap upaya pengendalian Covid-19.

"Sebab, akan sia-sia setiap kebijakan pengendalian Covid-19 yang diterapkan pemerintah jika masyarakat mengabaikannya," kata dia.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar