#kpk#korupsi

Wakil Ketua KPK Diyakini Melanggar Hukum

( kata)
Wakil Ketua KPK Diyakini Melanggar Hukum
KPK. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta penyidik nonaktif Novel Baswedan melaporkan Wakil Komisioner Lili Pintauli Siregar ke penegak hukum. Mantan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko makin yakin Lili melanggar hukum.

"Balasan Dewas memperkuat dugaan pidana karena di poin dua Dewas menyatakan Lili diduga melakukan perbuatan pidana," kata Sujanarko kepada Medcom.id, Senin, 20 September 2021.

Sujanarko menyayangkan sikap Dewas KPK. Dia menilai Dewas KPK kurang tegas karena ogah melaporkan Lili ke penegak hukum. Menurut dia, Dewas KPK bisa melaporkan putusan etik ke penegak hukum jika ada bukti kuat.

"Dewas mempunyai fungsi pengawasan, menjadi prinsip lembaga pengawas kalau menemukan dugaan perbuatan di proses pengawasan wajib melaporkan ke aparat penegak hukum," ujar Sujanarko.

Sujanarko belum melaporkan Lili ke aparat penegak hukum. Pasalnya, ICW sudah melaporkan Lili ke Bareskrim Polri.

"Kita sedang konsolidasi dengan teman-teman apakah masih perlu lapor juga ke Mabes Polri," tutur Sujanarko.

Dia akan memantau perkembangan proses laporan ICW tentang Lili. Jika tidak berlanjut, Sujanarko akan melakukan gugatan hukum.

"Ada dua ligitasi yang sedang dipersiapkan, yakni PTUN dan PMK," ucap Sujanarko.

Sebelumnya, Dewas KPK meminta Penyidik nonaktif Novel Baswedan melaporkan sendiri Wakil Komisioner Lili Pintauli Siregar ke penegak hukum. Novel mendesak Dewas KPK untuk melaporkan Lili ke penegak hukum karena melanggar etik.

Penolakan itu tertuang dalam surat Dewas KPK bernomor B-5153 /PM.00.00/03-04/09/2021 tertanggal 16 September 2021. Surat itu ditandangani oleh anggota Dewas KPK Indriyanto Seno Adji.

"Karena perbuatan pidana yang diduga dilakukan oleh Lili Pintauli Siregar merupakan rumusan delik biasa dan bukan delik aduan," kata Indriyanto dalam surat tersebut yang dikutip pada Senin, 20 September 2021.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar