#pencemarannamabaik

Wakil Ketua DPRD Tuba Bawa Saksi ke Polda Lampung

( kata)
Wakil Ketua DPRD Tuba Bawa Saksi ke Polda Lampung
Wakil Ketua DPRD Tulangbawang bersama kuasa hukumnya saat mendatangi Polda Lampung. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wakil Ketua II DPRD Tulangbawang Mursidah menyambangi Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung untuk melanjutkan laporan dugaan pencemaran nama baik, Kamis, 9 April 2020. Kedatangannya didampingi hukumnya Putri Maya Rumanti.

Mursidah melaporkan dugaan pencemaran nama baik dengan terlapor berinisial FBD yang menudingnya menipu Rp1,4 miliar dan di-posting pada sosial media. Kuasa hukum Mursidah, Putri Maya Rumanti, mengatakan kedatangannya dengan membawa saksi dan alat bukti, termasuk Mursidah yang dimintai keterangan lanjutan sebagai saksi pelapor.

"Kami meneruskan laporan yang kemarin, hari ini agendanya lanjutan pemeriksaan saksi. Kami membawa dua saksi dan alat bukti, yakni saksi yang mengetahui (pelapor), dan saksi yang memiliki sangkut paut pinjam meminjam uang. Selain itu, beberapa alat bukti yang menguatkan dugaan pencemaran nama baik Ibu Mursidah," ujar Putri di Mapolda Lampung, Kamis, 9 April 2020.

Mursdiah datang ke Polda Lampung untuk diperiksa keterangannya sebagai saksi pelapor. Ia juga membantah adanya penipuan ini.

"Saya luruskan, yang meminjam uang bukan saya, saya hanya pihak yang mengetahui saja, saya luruskan tidak ada upaya penipuan," katanya istri Wakil Bupati Tulangbawang itu.

Salah satu saksi yang hadir yakni, Syabhari, bendahara DPRD Tulangbawang, mengatakan dialah yang memiliki pinjaman terhadap FBD selaku pelapor, bukan Mursidah. Dia juga sudah diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik.

"Sebelumnya persoalan itu saya yang punya urusan pribadi, waktu meminjam itu saya minta Ibu Mursidah selaku unsur pimpinan hanya hadir saja, karena orang yang dipandang. Jaminan sertifikat pada utang piutang ini masih ada di sana (terlapor)," katanya.

Dikonfirmasi, PS Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Rahmad Mardian membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. "Iya ini masih proses penyelidikan," ujar Rahmad via sambungan telepon.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar