#pahamradikal#deteksidini

Wagub Nilai Pentingnya Deteksi Dini Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme

( kata)
Wagub Nilai Pentingnya Deteksi Dini Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme
Wagub Lampung Chusnusia Chalim saat membuka Fokus Group Discussion di gedung Aula IAIN Metro, Senin, 6 Juni 2022. (Foto:Lampost/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim sepakat soal pentingnya deteksi dini terhadap paham radikalisme dan terorisme.

"Menurut saya bagus, ini mengangkat isu tentang terorisme dan radikalisme yang sangat penting. Untuk menjadi perhatian kita jangan sampai tumbuh benih-benih terorisme ini. Dengan menguatkan rasa toleransi sehingga dapat menerima yang namanya suatu perbedaan," ujar Wagub Lampung yang kerap disapa Nunik, pada Fokus Group Discussion di gedung Aula IAIN Metro, Senin, 6 Juni 2022.

Dia menambahkan, penguatan rasa toleransi tersebut maka tidak akan terjadi perasaan diri sendiri yang paling benar dan suka menyalahkan orang lain.

"Kalau itu dibiarkan arahnya bisa fatal. Bisa sampai disintegrasi bangsa, oleh karena itu mumpung belum terjadi maka kita cegah lebih dini," tambahnya.

Dia menjelaskan, dengan adanya tekanan sebagai pemahaman luas. Maka, seseorang akan semakin bisa menerima suatu perbedaan.

"Intinya keluasan wawasan, nanti pasti bisa menerima perbedaan, warna, pendapat dan lainnya," ujarnya.

Sementara Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan, dengan memberikan pemahaman wawasan yang luas perlu juga wawasan kebangsaan dan bela negara.

"Kita berikan wawasan kebangsaan dan bela negara ke seluruh ASN di lingkungan Pemkot Metro. Itu upaya kita untuk mencegah secara dini paham radikalisme dan terorisme," kata dia.

Ketua Pelaksana FGD peneguhan moderasi beragama melalui sinergi lawan radikalisme dan terorisme, Ardito Wijaya mengatakan, dalam penanggulangan ini bisa dimulai dari keluarga.

"Pertama kita awali dengan keluarga dulu, nanti akan membuat anak-anak akan lebih terbuka dan nyaman," kata dia.

Menurutnya, dengan diberikannya kesempatan untuk mengikuti sebuah kelompok, maka kita akan memahami karakter seseorang. Sehingga, peningkatan rasa toleransi akan tumbuh. 

"Selain itu, ikut juga berkumpul dengan organisasi yang ramai. Sehingga pikirannya terbuka dan jika ada ilmu masuk mereka bisa mencari serta membandingkan dan bisa menilainya," ungkapnya.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar