#BERITALAMPUNG#LIMBAHMEDIS

Wagub Minta Persoalan Limbah Medis Rumah Sakit Dituntaskan

( kata)
Wagub Minta Persoalan Limbah Medis Rumah Sakit Dituntaskan
Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim. (Foto : Lampost.co/Triyadi Isworo)


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Chusnunia Chalim meminta persoalan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) dari rumah sakit khususnya sampah rumah tangga covid-19 harus diusut tuntas. Semua ini dimaksudkan agar jelas duduk persoalannya dan segera memberikan sanksi bagi pelanggarnya karena bisa membahayakan orang lain.


Ia mengatakan terkait limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Telukbetung Barat, yang ramai diperbincangkan saat ini dalam proses penyelidikan untuk mencari tahu lebih detail persoalan yang terjadi. Jajaran Polda Lampung, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung melakukan kroscek di lapangan.

"Ada proses yang tengah dilakukan dari pihak berwajib seperti Polda, Pemprov, dan Pemkot turun tangan karena ada rumah sakit yang terindikasi terkait," kata Chusnunia Chalim di Gedung Pusiban, Provinsi Lampung, Rabu, 17 Februari 2021.

Ia mengatakan bahwa harus ada aturan yang ditegakkan. Namun, semuanya butuh proses untuk mengetahui kebenarannya seperti apa. Nunik juga mengatakan pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan untuk mencari kebenaran dan hukumannya harus sesuai aturan.


"Kami juga tegas mengatakan bahwa tidak boleh membuang limbah sembarangan. Sampah infeksius dan noninfeksius di rumah sakit harus dipisahkan. Ini harus ketat enggak boleh dicampur dan enggak boleh dibuang sembarangan," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI juga telah membuat pedoman pengelolaan limbah rumah sakit rujukan, rumah sakit darurat dan puskesmas yang menangani pasien covid-19 seperti pengelolaan air limbah, pengelolaan limbah padat domestik, dan pengelolaan limbah B3 medis padat. Begitupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang telah mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 02 tahun 2020 tentang Pengelolahan Limbah Infeksius (limbah B3 dan sampah rumah tangga dari penanganan covid-19).

Limbah Padat Domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan kerumahtanggaan atau sampah sejenis. Misal, sisa makanan, kardus, kertas, dan sebagainya baik organik maupun anorganik. Sedangkan limbah padat khusus meliputi masker sekali pakai, sarung tangan bekas, tisu/kain yang mengandung cairan/droplet hidung dan mulut), diperlakukan seperti Limbah B3 infeksius.


Limbah B3 Medis Padat adalah barang atau bahan sisa hasil kegiatan yang tidak digunakan kembali yang berpotensi terkontaminasi oleh zat yang bersifat infeksius atau kontak dengan pasien dan/atau petugas di fasilitas kesehatan yang menangani pasien Covid-19. Hal itu meliputi masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan, kertas bekas makanan dan minuman, alat suntik bekas, dan set infus bekas. Kemudian, Alat Pelindung Diri bekas, sisa makanan pasien dan lainnya yang berasal dari kegiatan pelayanan di UGD, ruang isolasi, ruang ICU, ruang perawatan, dan ruang pelayanan lainnya. 


 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar