register45mesuji

Wagub Enggan Komentar Soal Konflik Register 45

( kata)
Wagub Enggan Komentar Soal Konflik Register 45
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim. M Ridwan Anas

MESUJI (Lampost.co) -- Konflik yang terus berulang di Kawasan Hutan Register 45 masih belum menemukan solusi. Bahkan, kerusuhan tak jarang merenggut korban jiwa.

Negara berpotensi kehilangan tanah Register 45 yang memiliki luas keseluruhan mencapai 43.100 hektare yang izin Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) dipegang oleh PT Silva Inhutani Lampung.

Kemitraan yang digadang menjadi solusi jangka panjang nyatanya tidak bisa berbicara banyak selama tiga tahun terakhir. Selama tiga tahun, kemitraan hanya bisa menguasai sekitar 500 hektare saja, dan itupun hanya sebatas di atas kertas. 

Sedangkan konflik terus meletup akibat saling rebut lahan. Hasilnya, puluhan nyawa melayang di lahan negara tersebut sejak 2013 lalu.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim yang datang ke Mesuji, Rabu, 29 Januari 2020, tepat sembilan hari usai insiden penembakan Komang Tis, warga Register 45, enggan berkomentar banyak mengenai konflik Register 45. 

"Statmen, Pak Gubernur juga sudah selalu statemen," singkat Nunik, Rabu, 29 Januari 2020. 

Seusai wawancara, diduga kesal dengan pertanyaan wartawan terkait Register 45, salah seorang yang ikut dalam rombongan protokol berbadan tegap, mengenakan kaca mata, dan memiliki tinggi sekitar 173 cm sempat mengumpat kepada wartawan. 

"Tidak komitmen, tidak komitmen," kata dia sembari menunjuk wartawan dan bergegas masuk ke dalam mobil. 

Padahal, tidak ada komitmen apapun antara protokol wakil gubernur dengan wartawan yang ada disana. Terlebih, sebelum melakukan wawancara, wartawan Lampung Post sudah menyampaikan pertanyaan apa saja yang akan disodorkan kepada protokol Pemkab Mesuji juga protokol wakil gubernur dan tidak ada komitmen apapun.

Winarko



Berita Terkait



Komentar