#tubaba

Wabup Fauzi Hasan Paparkan Pembentukan Kabupaten di STBM Award

( kata)
Wabup Fauzi Hasan Paparkan Pembentukan Kabupaten di STBM Award
Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan (kiri) didampingi Kepala Dinas Kesehatan memaparkan kondisi Tubaba dalam kategori STBM, Via Zoom Meeting, di ruang rapat Bupati, Rabu 15/9/2021. Humas


Panaragan (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) turut serta dalam acara sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) Award 2021 melalui zoom meeting di ruang rapat bupati, Rabu, 15 September 2021.

Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan didampingi sejumlah pejabat daerah memberikan paparan terkait STBM Award Tahun 2021 yang telah berjalan di kabupaten setempat. Mulai dari latar belakang terbentuknya Kabupaten Tubaba, perkembangan jumlah penduduk, dan sejumlah prestasi yang diraih kategori STBM.

"Kegiatan STBM di Kabupaten Tulangbawang Barat dimulai tahun 2016 di Tiyuh Margakencana. Dalam perjalanannya pada Oktober 2020, 96 tiyuh definitif yang terdaftar di Laporan Online Web Smart STBM kementerian kesehatan sudah dideklarasikan menjadi Tiyuh Open Defecation Free atau Stop Buang Air Besar Sembarangan Secara Virtual Pertama di Provinsi Lampung dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan," kata wabup.

Secara rinci, Fauzi Hasan menjelaskan, perkembangan jumlah penduduk Kabupaten Tulangbawang Barat tahun 2019 sebesar 273.215 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki sebesar 139.900 jiwa dan perempuan sebesar 133.315 jiwa.

Lembaga koordinasi sektor sanitasi di Tubaba terdiri dari Kelompok Kerja Air Minum Sanitasu Penyehatan Lingkungan (POKJA AMPL), Panitia Kemitraan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (PAMSIMAS), Kelompok Kerja Perumahan dan Permukiman (POKJA PKP), dan Tim STBM Tiyuh dan Kecamatan.

Kegiatan yang telah dilaksanakan dalam mendukung dan menerapkan enabling di antaranya yakni pemicuan oleh Fasilitator STBM di 96 Tiyuh, pengendalian sampah dengan 3R (Reduce,Reuse,Recycle) di 3 Tiyuh yaitu Candra Mukti, Pulung Kencana, Mulya Asri yang sudah dibina oleh relawan pemerhati sampah.

"Selain itu pembuatan alat cetak jamban oleh anggota Shaka Bhakti Husada di Puskesmas Kartaraharja, monitoring dan evaluasi terkait keberlanjutan STBM di 16 Puskesmas, serta pemantauan dan evaluasi Pokja Sanitasi dalam Q-Kotaku, Pamsimas dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)," ungkapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar