#Korupsi#Lampungselatan

Vonis Terdakwa Korupsi PUPR Lamsel Dibacakan Besok

( kata)
Vonis Terdakwa Korupsi PUPR Lamsel Dibacakan Besok
Sidang pembacaan pledoi di PN Tanjungkarang, Rabu, 2 Juni 2021. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang vonis dua terdakwa korupsi fee proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Lampung Selatan (Lamsel), Hermansyah Hamidi dan Syahroni bakal digelar Rabu, 16 Juni 2021, di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang.

Pada sidang tuntutan 19 Mei lalu, permintaan justice colaborator (JC) Syahroni dikabulkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia dituntut pidana lima tahun penjara, denda 300 juta subsider enam bulan, dan uang pengganti Rp303 juta. JC tersebut dilakukan dari tingkat penyidikan hingga persidangan.

Sementara itu, Hermansyah Hamidi dituntut tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Hermansyah juga dituntut membayar uang pengganti Rp5,05 miliar selambat-lambatnya setelah putusan pengadilan yang sudah memperoleh hukum tetap selama satu bulan. 

"Besok digelar sidang putusan perkara tipikor atas nama Hermansyah Hamidi dan Syahroni ke PN Tipikor Tanjungkarang," ujar JPU KPK Taufiq Ibnugroho, Selasa, 15 Juni 2021.

Baca: Syahroni Disebut "Kunci" Proyek di PUPR Lamsel

 

Usai pembacaan pledoi terdakwa pada 2 Juni lalu, JPU membacakan replik atau jawaban atas pledoi terdakwa di persidangan secara langsung.

"Kami sampaikan secara lisan bahwa KPK tetap pada tuntutan yang sudah dibacakan pada 19 Mei 2021," katanya.

Dalam pledoinya, Kuasa Hukum Syahroni, Zainudin Hasan meminta majelis hakim memberi keringanan hukuman karena kliennya tidak memiliki kuasa penuh anggaran. Zainudin menyebut, pada 2016, Syahroni hanya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kassubag) Keuangan Dinas PUPR. Dan pada 2017 sebagai Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Pengairan. 

Begitu pun Hermansyah Hamidi. Dia meminta majelis hakim memberikan hukuman yang seringan-ringannya.

"Saya menyesal atas apa yang sudah dilakukan. Saya meminta maaf kepada keluarga warga di Lampung Selatan," paparnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar