vidpadcovid-19

VitPAD, Alat Penyimpan Sampel Swab Covid-19 Ciptaan Unpad

( kata)
VitPAD, Alat Penyimpan Sampel Swab Covid-19 Ciptaan Unpad
VitPAD, alat penyimpan sampel swab covid-19 buatan Unpad. Dokumentasi Humas Unpad

Bandung (Lampost.co) -- Viral Transport Medium Unpad (VitPAD)-Iceless Transport System berhasil diciptakan oleh para peneliti Universitas Padjadjaran (Unpad) . IVitPAD merupakan Viral Transport Medium (VTM) untuk menyimpan sampel pemeriksaan swab virus korona (covid-19).
 
Inovasi ini dikembangkan para peneliti Unpad dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Alat diklaim memiliki beberapa kelebihan dibanding alat VTM komersial lainnya.
 
Salah satu peneliti, Hesti Lina Wiraswati, menjelaskan, VitPad dikembangkan untuk menjawab beragam permasalahan yang terjadi pada proses pemeriksaan swab covid-19. Selama ini, Indonesia masih mengandalkan produk VTM impor untuk menyimpan spesimen sampel swab covid-19. Apalagi, di masa awal pemeriksaan swab sempat terjadi kelangkaan persediaan VTM.

"Meski sekarang sudah tidak langka, tetapi Indonesia masih memiliki ketergantungan impor VTM sampai saat ini," kata Hesti mengutip laman Unpad, Senin, 29 Juni 2020.
 
Hesti menambahkan, kendala lainnya adalah keterbatasan akan transportasi sampel swab dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Jika menggunakan VTM komersial yang berbasis medium, kata dia, memiliki sifat infeksius yang tinggi, sehingga membutuhkan sistem transportasi dengan pengamanan berlapis dan harus disimpan pada boks pendingin (coolbox).
 
 Sampel swab harus dijaga pada suhu dua sampai delapan derajat celcius. Gencarnya pemeriksaan swab massal saat ini, kata dia, maka dibutuhkan banyak boks pendingin untuk menyimpan sampel swab. Peneliti dari Divisi Parasitologi FK Unpad ini kemudian mengembangkan VTM spesifik yang bisa mengatasi permasalahan di lapangan.
 
"Alat VTM yang dihasilkan dapat memudahkan proses pengiriman sampel dari faskes ke laboratorium pengujian dengan tetap mengutamakan keamanan sampel," ujarnya.
 
Alat VitPAD dikembangkan dengan sejumlah modifikasi. Dikembangkan di Laboratorium Rumah Sakit Pendidikan dan Lab Biokimia Unpad, VitPAD dibuat dari bahan standar mikrobiologi biasa. "Bahan ini relatif lebih mudah didapatkan sehingga kita mudah memproduksinya," jelasnya.
 
Ujii coba sudah dilakukan dengan memasukkan sampel ke dalam VitPAD. Hasilnya, sampel pada VitPAD bisa disimpan pada suhu kamar hingga 15 hari. Hal ini cukup membantu memudahkan proses transportasi sampel.
 
Dengan ketahanan yang lebih baik, VitPAD disebut dapat digunakan untuk menaruh sampel tanpa menggunakan boks pendingin. Dengan demikian, alat ini bisa menjangkau sampel di lokasi yang jauh dari fasilitas pemeriksaan covid-19.
 
Hesti menambahkan, keunggulan lain dari VitPAD ialah mampu menekan harga jual produk impor. Menurut Hesti, harga satu kit VTM komersial saat ini sekitar Rp70 ribu-Rp120 ribu. Berdasarkan estimasi harga, harga satu kit VitPAD skala laboratorium berkisar Rp40 ribu.
 
"Kerja sama dengan industri diharapkan bisa lebih efisien dan harganya lebih murah," ujar Hesti.
 
Saat ini, VitPAD sedang dalam tahap perizinan proses produksi. Untuk skala lab, pihaknya sudah memproduksi sebanyak 100 buah. Selanjutnya, dengan bantuan hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, VitPAD direncanakan akan produksi sebanyak 3.000 buah dan akan didistribusikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di Jawa Barat.
 

Medcom



Berita Terkait



Komentar