#lampung#lamtim#gurutendangmurid

Viral Guru Tendang Murid di Pekalongan

( kata)
Viral Guru Tendang Murid di Pekalongan
Ilustrasi

SUKADANA (Lampost.co) -- Polsek Pekalongan periksa oknum Guru SMPN 1 Pekalongan, Lampung Timur berinisial YY (53). Ia dimintai keterangan petugas beberapa jam setelah video dugaan tindakan kekerasan yang dilakukannya dengan menendang kepala sejumlah siswa viral di media sosial.

Saat diperiksa petugas, YY yang merupakan warga Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur itu mengaku memang melakukan tindakan kekerasan terhadap sejumlah siswanya, namun dia membantah telah menendang kepala siswa. Sebab menurutnya dia hanya mendorong kepala para siswa itu dengan kakinya.

Kapolsek Pekalongan AKP Budi Harto, melalui Kanit Reskrim Bripka Heldian Nainggolan, Sabtu 28 September 2019 menjelaskan, pada Jumat (27/9/2019) masyarakat Kecamatan Pekalongan heboh dengan beredarnya video dugaan tindak kekerasan yang dilakukan seorang oknum guru terhadap sejumlah siswa.

"YY datang ke Polsek Pekalongan ditemani oleh Kepala SMPN 1 Pekalongan dan sejumlah anggota dewan guru. Saat dimintai keterangan oleh petugas ia mengakui bahwa benar dirinya dalam video yang beredar tersebut," ujarnya.

Namun menurut YY, dia tidak menendang kepala para siswa tersebut tetapi hanya mendorong kepala mereka dengan kakinya. YY mengaku khilaf dan tindakan itu dilakukannya spontan karena merasa kesal terhadap sejumlah siswa tersebut.

 “Jadi pengakuan YY kepada petugas tidak menendang tetapi mendorong kepala sejumlah siswa dengan kakinya. Dia juga mengaku khilaf dan melakukannya spontan karena kesal sejumlah siswa itu tidak pernah ada di dalam kelas ketika dia masuk untuk mengajar,” kata Heldian.

Ditambahkan juga oleh Heldian, pihaknya terakhir mendapat informasi bahwa sudah ada perdamaian antara oknum guru YY dengan para orang tua sejumlah siswa tersebut. Namun meski demikian petugas masih akan terus mendalami masalah dugaan tindakan kekerasan tersebut.

"Pekan depan renacananya YY akan dipanggil lagi oleh petugas Polsek Pekalongan," tambahnya.

Djoni Hartawan

Berita Terkait

Komentar