#penganiayaan#medsos#viral

Viral di Medsos, Warga Sabahbalau Mencuri dan Menganiaya Anak Majikan

( kata)
Viral di Medsos, Warga Sabahbalau Mencuri dan Menganiaya Anak Majikan
Anak majikan yang menjadi korban penganiayaan warga Sabahbalau di Bogor mendapatkan 12 jahitan.Dok.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebuah posting-an di sosial media Facebook terkait adanya dugaan pencurian dan penganiayaan terhadap seorang ibu dan anaknya kini sedang viral. Dalam posting-an akun Facebook dengan nama bertuliskan huruf korea aksi tersebut menimpa warga Bogor.

Dalam unggahannya disebutkan M Masrur (Nasrul), warga Jalan Sinar Harapan, Dusun I B Tanah Merah, Sabahbalau, Tanjungbintang, Lampung Selatan, yang disebut sebagai pelaku. Lampost.co mencoba mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Ani yang memiliki nama lengkap Anis Kosmiatun (42), warga Tegal Lega, Pakuan, Bogor, dekat Universitas Pakuan.

Menurut dia, M Nasrul bekerja sebagai karyawan usaha rumah makan pecel lele milik Anis Kosmiatun. Penganiayaan tersebut terjadi pada 22 Mei 2020 yang lalu.

"Dia asalnya dari Lampung. Kerja sama saya sudah tujuh bulan sebelum kejadian itu," ujar Anis kepada Lampost.co, Senin, 22 Juni 2020.

Menurut Ani, pelaku menggasak uang Rp300 ribu miliknya. Aksi tersebut tepergok anak korban yang baru berusia 8 tahun dan pelaku melukainya menggunakan linggis hingga mengalami luka sehingga harus mendapat 12 jahitan. Anak Anis pun mengalami trauma.

"Motifnya mencuri, tapi pelaku tahu benar kedua anak saya ada di kamar, makanya dia siapkan air cabai untuk menyiram kedua mata anak saya sehingga mereka teriak perih...perih dan anak-anak langsung dipukuli pakai linggis, sampai kepalanya harus mendapat 12 jahitan," katanya.

Anis mengaku selama tujuh bulan bekerja, pelaku kerap mengambil uang, namun ia masih menoleransi hal tersebut.

"Saya dapat informasi dia ada di Lampung. Saya berharap agar bisa ditangkap," katanya.

Anis pun telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bogor dengan nomor laporan LP/246/V/2020/JBR/Polresta Bogor Kota.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar